BNN Ungkap Cuci Uang Narkotika Senilai Rp 6,4 Triliun – berita 2018


BNN ungkap kejahatan pencucian uang narkotika jaringan Freddy Budiman (detectifmaya.com/Ditto)

detectifmaya.com, Jakarta Badan Narkorika Nasional (BNN) membongkar kasus pencucian uang dengan pidana pokok narkotika.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Tak ada yang salah dengan CINTA. Karena ia hanyalah sebuah kata dan kita sendirilah yang memaknainya.

Jumlahnya cukup fantastis, yaitu mencapai Rp 6,4 triliun da-ri pengembangan melakukan pengembangan jaringan narkotika Togiman, Haryanto Candra, dan juga Freddy Budiman.

“Tiga tersangka ditangkap, HR, DY, & FH, yang kami tangkap di Jakarta,” ujar Deputi Berantas BNN Irjen Arman Depari sesaat jumpa pers di Markas BNN, Ibukota Indonesia Timur, Wednesday/rabu (28/2/2018).

Dari tiga tersangka, diketahui DY adalah otak pelaku kasus ini. Modus operandi digunakannya melalui 6 company fiktif utk bertransaksi keuangan da-ri beberapa bandar narkoba, tergolong Freddy Budiman.

DY diketahui menggunakan beberapa rekening atas nama-nama karyawannya. Sejumlah rekening itu dibuat di bank dalam & luar negeri.

“Dalam periode tahun 2014-2016, PERUSAHAAN PSS (salah satu pt fiktif milik DY) mengirimkan dana ke luar negeri dengan 2.136 invoice fiktif, ini dikirim lewat sejumlah bank,” kata Arman mencontohkan salah satu modus tersangka.



Haryanto Chandra alias Gombak rupanya merupakan anak buah Freddy Budiman yang bermain da-ri dalam Lapas Klas I Cipinang, Ibukota Indonesia Timur.

1 da-ri 2 halamanTerancam 20 Tahun

Barang bukti hasil penjualan narkoba diperlihatkan dalam rilis yang digelar BNN di Jakarta, Tuesday/selasa (13/6).

Total aset & uang senilai Rp 39 miliar disita da-ri empat tersangka yang terkait dengan jaringan Freddy Budiman. (detectifmaya.com/Yoppy Renato)

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 35 Thn 2009 tentang Narkotika & Undang Nomor 8 Thn 2010 tentang Pencegahan danPemberantasan Tindak Pencucian Pencucian Uang.

“UU narkotiknya sendiri mereka terancam hukuman mati, & untuk TPPU mereka terancam 20 tahun penjara,” pungkas Arman.