Pemerintah Targetkan Miliki 51 Persen Saham Freeport Sebelum Akhir April 2018 – berita 2018


Freeport Indonesia (AFP Photo)

detectifmaya.com, Ibukota Indonesia Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan, negosiasi divestasi atau pelepasan saham PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen ditargetkan selesai sebelum April 2018.

Target ini, kata dia, sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin proses divestasi Frelrmeport Indonesia sebesar 41,64 persen utk menggenapi saham milik nasional menjadi 51 persen segera selesai.

“Penyelesaian divestasi COMPANY Freeport Indonesia, arahan bapak presiden jikalau bisa sebelum akhir April selesai,” kata Jonan, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Monday/senin (5/3/2018).

Menurut Jonan, utk menggenapi kepemilikan 51 persen saham Freeport Indonesia, pemerintah mengincar 40 persen hak partisipasi Rio Tinto dalam mengelola wilayah pertambangan Grash Berg di Papua. Padahal sisanya yaitu 9 persen dengan mengakuisisi saham PERUSAHAAN Indocooper Investama.

“Kita akan beli dengan harga sewajar mungkin, sampai 51 persen. Itu mengambil Participating Interest Rio Tino 40 lrmpersen dikonversi saham sisanya saham Indocopper,” ujar dia.

Menurut Jonan, Kementerian ESDM usai menyiapkan rancangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk Freeplrmort Indonesia, maka bila divestasi sebelum akhir April selesai IUPK dapat diterbitkan. “Tentunya Kementerian ESDM terkait IUPK seusai drafting final siap,” dia menandaskan.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Berhentilah mengkhawatirkan masa depan, syukurilah hari ini, dan hiduplah dengan sebaik-baiknya. Mario Teguh

Untuk diketahui, Kerja sama Freeport McMoran dengan Rio Tinto lrmdimulai 1995 utk mengelola tambang Grasberg di Papua.

Rio Tinto memiliki hak 40 persen atas hasil produksi yang telah mencapai level tertentu. Tetapi setelah 2021, Rio Tinto mendapatkan bagian 40 persen atas produksi tambang Grasberg.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:



Ini Isi Kesepakatan Pemerintah dengan Freeport

1 da-ri 2 halamanKetua DPR Minta Pemerintah Desak Freeport Segera Lakukan Divestasi

Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera mendesak COMPANY Freeport Indonesia (PTFI) utk merealisasikan pelepasan 51 persen sahamnya ke pada pemerintah Indonesia.

Ini karena pemerintah telah berencana memperpanjang kontrak karya bagi pt pertambangan yang beroperasi di Papua itu.

Bambang mengatakan, hingga saat ini kesepakatan tentang pelepasan 51 persen saham PTFI bukan kunjung terlaksana.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Hanya karena pernah terluka, tak berati kamu harus takut mencinta. Ada seseorang yg tepat untukmu di luar sana.

Padahal, pemerintah bakal memperpanjang kontrak karya bagi PTFI hingga 2041.

“Karena itu pimpinan DPR mendorong Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral mendesak PT Freeport Indonesia utk segera memenuhi kesepakatan tersebut,” ujar Bambang, Thursday/kamis (22/2/2017).

Politikus Golkar yang akrab disapa dengan panggilan Bamsoet itu menambahkan, Komisi VI & Komisi XI DPR juga perlu mendorong Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Keuangan untuk segera membahas divestasi 51 persen saham yang dijanjikan PTFI ke pemerintah.

Pasalnya, selama ini pemerintah telah mengizinkan PTFI mengekspor konsentrat.

Bamsoet mengingatkan pemerintah bertindak hati-hati sebelum memperpanjang kontrak karya bagi anak usaha perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat itu. Pemerintah mesti konsisten mengacu UU Nomor 4 Thn 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Pemerintah di wajibkan cermat sebelum melakukan perpanjangan perjanjian agar tak merugikan masyarakat,” pungkasnya.