ESDM Bakal Usul Tambahan Subsidi BBM Dan Listrik – berita 2018


Seorang pengendara menanti untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Abdul Muis, Jakarta, Friday/jumat (2/2). Angka inflasi bisa lebih tinggi lagi bila nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah.

(detectifmaya.com/Angga Yuniar)

detectifmaya.com, Jakarta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengajukan penambahan subsidi ke Komisi VII DPR. Hal ini menyusul keputusan pemerintah tak menaikkan hargalrm Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar subsidi dan penambahan jumlah pelanggan listrik golongan subsidi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak & Gas Bumi (Dirjen Migas) Ego Syahrial mengatakan, dengan ditetapkanya harga Solar Rp 5.550 per liter maka saat ini pemerintah masih memberikan subsidi sebesar Rp 500 per liter.

Tahun ini alokasi solar subsidi mencapai 16 juta kilo liter (kl) dengan alokasi anggaran Rp 7 triliun.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Jika kamu memiliki keinginan tuk memulai, kamu juga harus mempunyai keberanian dan keinginan untuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.

Bila Subsidi solar bertambah diperkirakan menjadi Rp 750 per liter hingga Rp 1.000 per liter.

“Mungkin ini kalau melihat proses seperti ini berkisaran antara itulah, Rp 700 sampai Rp 1.000 lah usulannya. tetapi ini masih dalam proses ya,” kata Ego, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Harga tsb pun diupayakan tidak blrmerubah sampai 2019, meski harga minyak dunia mengalami kenaikan. Untuk meredam beban kenaikan harga, pihaknya akan mengajukan tambahan subsidi ke Komisi VII DPR.

“Pemerintah bagaimana mengatasi agar gendongan dirasakan berat buat badan usaha.Singkatnya pelru mikirkan tambahan subsidi jelas solar,” lrmujarnya.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menambahkan, lrmsubsidi listrik pun akan diusulkan bertambah, hal ini dilatarbelakangi penambahan jumlah pelanggan baru yang menjadi golongan pelanggan bersubsidi 450 volt amper (va) & 900 va bukan mampu.

“Tambah tapi ini setiap pertambahan pelanggan 450 va & 900 va doang belum mampu tetap subsidi pemerintahlrm,” ungkap dia.

Tonton Video Pilihan Ini:



Polisi menggagalkan penyelundupan ribuan liter BBM bersubsidi.

1 dari 2 halamanPemerintah Upayakan Harga Premium dan Solar Subsidi Tidak Naik Sampai 2019

Pemerintah mengupayakan untuk mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium & Solar bersubsidi sampai 2019lrm, meski saat ini minyak mentah sedang naik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, Kementerian ESDM, Badan Usaha Milik Bangsa (BUMN), Kementerian Keuangan, dan PT Pertamina (Persero) telah bersepakat ngga menaikan harga Premium & Solar subsidi.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Cinta bukanlah sebuah kata cinta, yang sebenarnya adalah cinta yang menyentuh hati dan perasaan

Dengan begitu, harga Premium penugasan masih di posisi Rp 6.450 per liter & Solar subsidi Rp 5.150 per liter.

“Saya melaporkan ke Pak Presiden BBM penugasan Ron 88 atau Premium dipertahankan ngak naik. Untuk biosolar ini juga dipertahankan bukan naiklrm,” kata Jonan, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Menurut Jonan, pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin tak menaikkan harga kedua jenis BBM tersebut.

Namun, kalau harga minyak mentah tembus US 100 per barellrm, maka pemerintah bakal mengevaluasi kembali keputusan tersebut.

lrm”Itu semaksimal kita bisa. Kalau crude-nya 100 gimana nanti akan dilihat lagi, tapi diputuskan ngak naik,” tutur Jonan.

Jonan melanjutkan, instansinya bakal mengonsultasikan keputusan tersebut dengan Komisi VII DPR.

Selain itu, ia bakal mencari kompensasi yang tepat utk Pertamina agar tidak terbebani atas keputusan tersebut.

“Kita konsultasi dengan Komisi VII bentuk kopensasinya ke Pertamina sepeti apa nanti bakal kita bicarakan,” dia menandaskan.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Hidup adalah suatu tantangan yang harus dihadapi dan Perjuangan yang harus dimenangkan.

lrmDia pun optimistis upaya ngga menaikkan harga Premium dan Solar subsidi mendapat dukungan da-ri Komisi VII DPR.

Pasalnya, hal tersebut untuk menjaga daya beli masyarakat.

Jonan pun membatah upaya ini untuk mencari simpati warga saat menjelang pemiihan presiden dari-pada 2019.

“Komisi VII pula mendukung, tidak naik karena memikirkan daya beli masyarakat. LrmKalau ada yang bilang ini menjelang thn politik, ngga karena menjaga daya beli masyarakat saja,” tandasnya.lrm

Sebagai pembaca yang setia kami, info yang detectifmaya.com sajikan adalah info yang sudah di terpercaya dari sumber nya secara langsung.

keyword terindex diartikel ini : esdm,bakal,usul,tambahan,subsidi,bbm,dan,listrik, pemerintah, premium, kementerian, keputusan, pelanggan, jakarta, penambahan