Pemerintah Diminta Prioritaskan Pekerja Lokal Di Sektor Migas – berita 2018


Ilustrasi Pekerja Migas.

detectifmaya.com, Ibukota Indonesia Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah tetap mengutamakan tenaga kerja lokal dalam sektor minyak & gas (migas).

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Cinta tidak akan menuntut kesempurnaan, cinta akan memahami, menerima dan rela ununtuk berkorban. Karena cinta seharusnya membuatmu bahagia bukan terluka.

Permintaan itu terkait dengan pencabutan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 31 Tahun 2013 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing dan Pengembangan Tenaga Kerja Indonesia dari pada Kegiatan Usaha Minyak & Gas Bumi.

Sebelumnya, ada 32 Peraturan Menteri ESDM yang dicabut dari-pada awal Februari lalu. Salah satunya ialah Permen ESDM Nomor 31 Thn 2013.

Dia mengkhawatirkan pencabutan Permen ESDM 31/2013 akan berimbas dari-pada membanjirnya tenaga kerja asing (TKA) di industri migas.

“Meminta pemerintah utk tetap memprioritaskan tenaga kerja lokal di sektor migas, agar keahlian tenaga kerja lokal menjadi lebih baik dalam mengelola sumber daya alam Indonesia,” ujar dia di Jakarta, Monday/senin (5/3/2018).

Selain itu, dia juga meminta Komisi VII DPR yang membidangi pertambangan dan energi agar mendorong Kementerian ESDM untuk mengkaji ulang pencabutan Permen ESDM itu.

Sebab, dia menilai liberalisasi di sektor migas ngga sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 yang mengamanatkan segala kekayaan alam Indonesia mesti dikuasai oleh negara utk dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Legislator Golkar itu pula mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan di wajibkan menerapkan seleksi ketat terhadap calon TKA yang akan bekerja di sektor migas. Yang tak kalah penting adalah transfer ilmu bagi tenaga kerja lokal.

Karena itu, dia meminta Kemenaker menyiapkan kemampuan tenaga kerja lokal dalam sektor migas dengan mengintensifkan kegiatan pendidikan & pelatihan.

“Agar transfer ilmu yang direncanakan pemerintah dapat tercapai dengan optimal, mengingat tingkat pengangguran di Indonesia masih tinggi,” dia menandaskan.

1 da-ri 2 halamanIzin Penggunaan Tenaga Kerja Asing Sektor Migas Dipermudah

Dibutuhkan kerja sama untuk serangkaian aktivitas panjang start dari eksplorasi sampai tahap produksi Migas.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menyederhanakan beberapa regulasi. Kali ini, regulasi di sektor minyak & gas (migas) yang kena pangkas.

Direktur Pembinaan Usaha Migas Kementerian ESDM Budiyantono menjelaskan, aturan yang disederhanakan adalah mengenai penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKI), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari pada kegiatan usaha migas.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 31 Thn 2013.

“Aturan ini kita cabut, kita sederhanakan, dan saya tegaskan tak berarti tenaga kerja asing langsung bisa masuk seenaknya ke kita, yang kita lakukan merupakan masalah prosedurnya yang kita pangkas,” kata dia dikantornya, Thursday/kamis (1/3/2018).

Dengan dicabutnya Permen ini maka perizinan penggunaan tenaga kerja ini tak lagi mem-butuh-kan izin da-ri SKK Migas, melainkan kini langsung ke Kementeriam Ketenagakerjaan.

Diakuinya, selama ini perizinan di SKK Migas memakan saat itu cukup lama.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Perempuan selalu menjaga hati orang yang dia sayangsehingga hati dia sendiri tersiksa. inilah pengorbanan perempuan ununtuk lelaki yang tidak pernah sadar.

Dengan demikian proses seleksi dan berapa tenaga kerja yang bisa digunakan kini tergantung da-ri Kementerian Ketenagakerjaan.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Jangan menyerah atas impianmu, impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan, kebahagiaanlah kunci sukses. Semangat !.

Budiyantono menambahkan, dengan adanya pemangkasan izin ini maka Kementerian ESDM telah menyederhanakan sebanyak 12 Permen.

Dia menegaskan, meski telah dialihkan namun beberapa syarat mengani TKA yang bisa masuk ke sektor Migas bakal tetap dipenuhi sehingga tetap ada prosedur & tidak akan banjir TKA yang ada di sektor Migas meski Permen 31 Thn 2013 dicabut.

“Tenaga asing masuk kita lihat jabatannya terbuka apa tidak, perlu pendampingan atau tidak. Jadi jika ada TKA masuk kita, kita beri kala itu sekian lama 2 tahun atau 4 thn kita dampingi dan asing nanti kita kembalikan, & nanti tugas itu harus digantikan orang Indonesia,” ucapnya.



Badan Energi Internasional mengakui investasi di sektor energi menurun 20 persen. VOA