Sebab Pemerintah Ingin Kuasai Saham Freeport Sebelum 2021 – berita 2018

Berita-berita terbaru 2018 di indonesia, ikut baca berita “Sebab Pemerintah Ingin Kuasai Saham Freeport Sebelum 2021” dan disampaikan dengan lengkap hanya di detectifmaya.com.

Freeport Indonesia (AFP Photo)

detectifmaya.com, Jakarta Menteri Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkap penyebab pemerintah kukuh memiiki 51 persen saham PERUSAHAAN Freeport Indonesia sebelum habis kontrak pada 2021.

Jonan mengatakan, kalau pemerintah mengambil alih saham 51 persen sesudah habis kontrak pada 2021, maka harus menempuh cara membayar nilai buku seluruh investasi yang diakukan Freeport selama beroperasi di Indonesia.lrm Hal ini telah diatur dalam Kontrak Karya (KK) antara Freeport & pemerintah.

“Jawabannya satu bahwa bila mislanya ditunggu 2021 ambil alih mesti bayar sekurangnya nilai buku da-ri semua investasi Freeport dilakukan di situ,” kata Jonan, di Kantorlrm Kementerian ESDM, Jakarta, Monday/senin (5/3/2018).

lrm Jonan, melanjutkan jika proses tersebut yang ditempuh bukan mudah, bakal memakan lebih dari satu waktu & biaya yang besar.

“Nanti bila penilaiannya pengambilalihan juga bukan aku bilang ngga mudah, makan saat itu dan mesti bayar karena di kontrak karya gitu,” ungkap dia.

Direktur Jenderal Mineral & Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot menuturkan, dalam KK menyebutkan pt berhak mengajukan perpanjangan kontrak. Poin ini multitafsir karena bisa disalahartikan & mengakibatkan penyelesaian jalur hukum arbitrase.

“Perusahaan berhak mengajukan perpanjangan itu menjadi perhantian sendiri, kemungkinan bisa di-arbitrase,” tandasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halamanPemerintah Targetkan Miliki 51 Persen Saham Freeport Sebelum Akhir April 2018

CEO Freeport McMoran Richard Adkerson (kiri) Menkeu Sri Mulyani (kanan) & Menteri ESDM Ignasius Jonan (kanan) ketika menggelar jumpa pers divestasi saham pemerintah dengan Freeport Indonesia di Jakarta, Selasa (29/8). (detectifmaya.com/Angga Yuniar)

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan, negosiasi divestasi atau pelepasan saham PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen ditargetkan selesai sebelum April 2018.

Target ini, kata dia, sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin proses divestasi Frelrmeport Indonesia sebesar 41,64 persen utk menggenapi saham milik nasional menjadi 51 persen segera selesai.

“Penyelesaian divestasi PT Freeport Indonesia, arahan bapak presiden jikalau bisa sebelum akhir April selesai,” kata Jonan, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Menurut Jonan, utk menggenapi kepemilikan 51 persen saham Freeport Indonesia, pemerintah mengincar 40 persen hak partisipasi Rio Tinto dalam mengelola wilayah pertambangan Grash Berg di Papua. Walaupun sisanya yaitu 9 persen dengan mengakuisisi saham PERUSAHAAN Indocooper Investama.

“Kita akan beli dengan harga sewajar mungkin, sampai 51 persen. Itu mengambil Participating Interest Rio Tino 40 lrmpersen dikonversi saham sisanya saham Indocopper,” ujar dia.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Jika kita ingin disukai maka akuilah setiap kesalahan tanpa menuntut besarnya kebajikan yang telah kita lakukan.

Menurut Jonan, Kementerian ESDM sudah menyiapkan rancangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) utk Freeplrmort Indonesia, maka kalau divestasi sebelum akhir April selesai IUPK dapat diterbitkan. “Tentunya Kementerian ESDM terkait IUPK usai drafting final siap,” dia menandaskan.

Untuk diketahui, Kerja sama Freeport McMoran dengan Rio Tinto lrmdimulai 1995 utk mengelola tambang Grasberg di Papua.

Rio Tinto memiliki hak 40 persen atas hasil produksi yang telah mencapai level tertentu.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Mengucapkan kata-kata lebih mudah dibanding bertindak. Karenanya orang yang bijak adalah orang yang mampu mebuktikkan ungkapannya.

Tapi setelah 2021, Rio Tinto mendapatkan bagian 40 persen atas produksi tambang Grasberg.