Demi Masyarakat Palestina Di Gaza, Mesir Buka Pintu Perbatasan Rafah Sepanjang Ramadan – berita 2018


Perbatasan Rafah dari-pada 2012 (Wikimedia / Creative Commons)

detectifmaya.com, Kairo Sepanjang bulan Ramadan 2018, Mesir mengumumkan bahwa pihaknya bakal membuka penyeberangan via perbatasan Rafah utk memungkinkan masyarakat Palestina di Gaza mengakses dunia luar.

“Saya telah menginstruksikan kepada badan-badan terkait utk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melanjutkan pembukaan penyeberangan perbatasan Rafah di sepanjang bulan suci Ramadan, demi meringankan beban saudara-saudara di Jalur Gaza,” demikian postingan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi dalam laman Facebooknya sepeti dikutip da-ri media pemantau Timur Tengah, Middle East Monitor, Sabtu 19 Mei 2018.

Pada Friday/jumat lalu, Mesir mengumumkan pembukaan penyeberangan di kedua arah selama empat hari, dimulai dari hari Sabtu.

Dan baru daripada Kamis kemarin, mereka mengakui akan tetap membuka penyeberangan selama Ramadan.

Penyeberangan perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza hampir sepenuhnya tertutup sejak Al Sisi menggulingkan pendahulunya melalui sebuah kudeta militer daripada Juli 2013. Rafah, biasanya bakal dibuka dalam kala itu singkat utk memungkinkan pasien mengakses pengobatan di Mesir atau wilayah yang lebih jauh.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Mencintaimu adalah inginku. memilikimu adalah dambaku. meski jarak jadi pemisah, hati tak akan bisa terpisah.

Adapun Israel mengendalikan enam da-ri tujuh pintu perbatasan yang digunakan untuk aktivitas keluar masuk Jalur Gaza.

Satunya lagi adalah Rafah yang dikendalikan oleh Mesir.

Perbatasan Rafah ialah satu-satunya pintu perbatasan yang menghubungkan Gaza dengan dunia luar.

Saksikan pula video pilihan berikut ini:



Puluhan warga Gaza menjalankan ibadah salat Tarawih di pinggiran jalan.

1 da-ri 2 halamanGaza Memanas

Seorang pemuda Palestina mengayunkan kembang api di depan sebuah masjid di Kota Gaza, Palestina (16/5).

Mereka ber-main kembang api untuk menyambut puasa pertama di bulan Ramadan. (AFP Photo/Mohammed Abed)

Situasi di Jalur Gaza sendiri tengah memanas pasca-demonstrasi berujung bentrokan antara masyarakat Palestina dan militer Israel dari-pada Senin, 14 Mei 2018.

Unjuk rasa yang disebut Great March of Return tersebut telah dilaksanakan start 30 Maret lampau untuk menuntut penghapusan blokade ilegal Jalur Gaza oleh Israel dan diizinkannya jutaan masyarakat Palestina yang terusir beranjak berdirinya Israel kembali ke tanah leluhur mereka.

Seperti dikutip da-ri The Times of Israel, dari pada hari Rabu, 16 Mei, Sisi mengatakan bahwa pemerintahnya telah berkomunikasi dengan kedua belah pihak (Palestina dan Israel) “sehingga pertumpahan darah bakal dihentikan”.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Persahabatan tak terjalin dengan orang yg istimewa. Kita jadi istimewa karena bersahabat. Sahabatlah yg mengistimewakan kita.

Israel mengklaim demonstrasi di Jalur Gaza diorganisir oleh Hamas dan digunakan sebagai perlindungan utk melancarkan serangan teror. Aksi protes di Jalur Gaza akan memuncak setiap hari Jumat.

Demonstrasi dimaksudkan mencapai puncaknya pada 15 Mei, yang diperingati oleh Palestina sebagai Hari Nakba atau Hari Penghancuran. Itu merupakan hari peringatan tahunan atas pengusiran bangsa Palestina yang mendorong terbentuknya Israel dari pada tahun 1948. Namun, para pemimpin Hamas mengatakan mereka ingin agar unjuk rasa dilanjutkan.

Sebuah berita singkat yang dipaparkan diatas yang detectifmaya.com sajikan secara aktual. Semoga bisa menjadi referensi yang berguna buat anda. Terima kasih.

keyword terindex diartikel ini : demi,masyarakat,palestina,di,gaza,,mesir,buka,pintu,perbatasan,rafah,sepanjang,ramadan, penyeberangan, dari-pada, digunakan