Kisah Ali Banat, Miliarder Muslim Pencetus Proyek Mulia Utk Orang Miskin – berita 2018

Jurnal dunia berita dan trend di Selasa Juni 2018 baca berita “Kisah Ali Banat, Miliarder Muslim Pencetus Proyek Mulia Utk Orang Miskin” Media berita terbaru dan terupdate detectifmaya.com. Tren membaca berita indonesia sekarang telah berubah seiring perkembangan teknologi internet, detectifmaya.com kami memberitakan dengan cepat.

Ali Banat (kiri) miliarder & dermawan muslim asal Australia meninggal akibat kanker awal pekan ini (MATW Project via SBS)

detectifmaya.com, Sydney Kabar meninggalnya miliarder muda Ali Banat ramai dibicarakan dari komunitas Muslim di Australia dan dunia lewat jejaring sosial. Padahal, ia bukanlah seorang imam, kyai, atau ustad.

Saat usianya masih 33 tahun, pria asal Sydney, Australia ini seusai memiliki segalanya.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Setiap orang berbeda, unik dengan caranya. Kamu harus menghargainya, tapi tak berarti kamu harus menyukai semuanya.

Dua company miliknya sendiri terus berkembang . Ia hidup dalam kemewahan, layaknya sebuah mimpi bagi lebih dari satu anak muda.

Tapi di thn 2015 miliarder muda ini divonis memiliki kanker stadium empat dalam tubuhnya dan sejak itu juga kanker terus mengerogoti tubuhnya.

Dikutip dari ABC Indonesia, Friday/jumat (8/6/2018), dokter di Australia waktu memperkirakan jika usianya hanyalah kurang dari setahun lagi.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Orang tidak akan mengingat hari, tetapi yang diingat adalah momen penting dan berkesan.

Ali pun langsung ingin mengubah hidupnya, meninggalkan apa yang menurutnya bersifat keduniawian.

Tapi, ia menganggap kanker yang diidapnya merupakan sebagai sebuah karunia dari Tuhan.

Miliarder muda ini pernh diwawancara oleh Living Muslim, sebuah serial video produksi komunitas Muslim Australia, yang ditayangkan di Facebook pada November 2015 lalu.

“Saya diberi karunia dari Allah, Alhamdulillah, dengan kanker yang ada di seluruh tubuh saya,” ujar Ali dalam video tersebut.

Video tsb hingga kini sudah ditonton hingga lebih da-ri 3 juta orang.

Ali dikabarkan telah menjual bisnisnya, juga beberapa koleksi barang mewah miliknya, seperti sepatu, jam tangan, dan kacamata karya perancang dunia yang mahal.

Saksikan pula video berikut ini:

1 da-ri 2 halamanProyek Mulia

Ilustrasi Facebook (iStockPhoto)

Di tahun 2015 barulah Ali memulai proyek mulianya untuk membantu masyarakat miskin di kawasan Togo Afrika. Melalui organisasinya Muslim Around The World.

Setelah mengunjungi Togo secara langsung, Ali kemudian menggalang dana utk membangun kampung bagi 200 janda, sebuah masjid, serta bagi sekolah & asrama bagi 600 anak-anak yatim piatu.

Hingga ia menghambuskan nafas terakhirnya Selasa malam 29 Mei, penggalangan dana bagi organisasinya telah mencapai lebih dari target awalnya yakni 1 juta, atau lebih dari Rp 10 miliar.

Semasa hidupnya, Ali sering memberikan perkembangan terbaru baik dari proyeknya di Afrika hingga kondisi kesehatannya, khususnya lewat video di Facebook dan Instagram, kepada ratusan ribu pengikutnya.

Tak heran kabar kematiannya pun memenuhi lini masa jejaring sosial dengan ucapan belansungkawa, khususnya da-ri kalangan Muslim.

Banyak sejumlah organisasi & tokoh Muslim dunia yang juga menyampaikan rasa duka & kehilangan atas kematian Ali Banat.

Dari halaman Facebook yayasan amalnya, diperkirakan ratusan orang menghadiri pemakamannya di kawasan Lakemba, New South Wales.

“Banyak hati yang berduka atas kematiannya, ia ialah sumber inspirasi yang telah lebih dari satu menanamkan benihnya di hati kita semua untuk terus melanjutkan cita-citanya,” ujar Faiza, salah satu pengikutnya.

“Ia merupakan inspirasi bagi aku saat terkena penyakit. Sesudah mendengarkannya, aku mulai merasa bahwa penyakit aku adalah karunia,” tulis Kanwal Rukh yang tinggal di Pakistan.

Sebagai pembaca yang setia kami, info yang detectifmaya.com sajikan adalah info yang sudah di terpercaya dari sumber nya secara langsung.

keyword terindex diartikel ini : kisah,ali,banat,,miliarder,muslim,pencetus,proyek,mulia,utk,orang,miskin, australia, facebook, karunia, kawasan