Kue Lebaran Berbahan Mangrove Jadi Jajanan Favorit Di Probolinggo – berita 2018

Jurnal dunia berita dan trend di Rabu Juni 2018 baca berita “Kue Lebaran Berbahan Mangrove Jadi Jajanan Favorit Di Probolinggo” Media berita terbaru dan terupdate detectifmaya.com

Ibu-ibu di Probolinggo membuat aneka kue lezat da-ri bahan mangrove. Foto: (Dian Kurniawan/detectifmaya.com)

detectifmaya.com, Probolinggo Ibu-ibu nelayan Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur membuat kue olahan berbahan mangrove.

Biji magrove diolah menjadi aneka kue kering yang mak nyus di lidah. Ada stick jeruju, kue ulat sutra, koro sembunyi, koro mangrove, kue kering sumprit & kerupuk mangrove.

Harganya bervariasi, yakni kerupuk dijual seharga Rp. 5.000 per bungkus, stick jeruju Rp.

8.000 per bungkus, kue ulat sutra Rp. 8.000 per bungkus, koro sembunyi Rp. 10.000 per bungkus, koro mangrove & kue kering sumprit sebesar Rp. 15.000 per bungkus.

Kreativitas ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Duta Harapan itu, membuahkan hasil. Sebab dalam Ramadan kali ini, omset penjualannya meningkat pesat. Setidaknya sudah 1.000 bungkus berbagai macam kue beralih ke tangan konsumen.

“Harganya variasi tergantung produknya masing-masing, selama ramadan meningkat pesat dari hari-hari sebelumnya.

Selain harga yang murah juga enak cocok untuk lebaran ini murni da-ri mangrove,” kata Wiwit Homsiatun, ketua kelompok usaha Duta Harapan, saat di konfirmasi dari-pada kamis (07/06/2018).

Untuk membuat kue olahan mangrove, mereka terlebih duluan memanen biji dan daun mangrove yang berada di sekitar rumah mereka. Setelahnya, biji mangrove dilepaskan dari kulit, sementara daun mangrove dirajang kecil. Untuk membuang racun yang terkandung didalamnya, biji mangrove dicuci bersih dan direbus, lampau kembali direndam dengan campuran garam.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk menggambarkan orang lain sebagaimana mereka melihat diri mereka sendiri

Setelah direbus & berwarna hijau kecoklatan lalu dicampur dengan bahan-bahan lain. Seperti terigu, telur, bawang putih, bawang merah, garam & mentega, sebelum akhirnya dicetak menjadi aneka kue olahan.

Tidak mudah bagi ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok usaha Duta Harapan ini untuk menyulap kue olahan mangrove.

Selain di wajibkan pintar membuang racun, mereka pula harus belajar autodidak selama dua bulan.

“Meski bentuknya sama dengan kue-kue yang di pasaran, kue mangrove ini mempunyai rasa khas, yakni pahit-pahit gimana gitu.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tak akan pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa.

Anak-anak & keluarga yang lain dari-pada suka.

Makanya saya beli kue ini untuk persiapan lebaran nanti,” tutur Romiyati, salah satu penikmat kue mangrove.

Saksikan video pilihan berikut ini:



Sebanyak 300 ton sampah telah diangkut dari kawasan hutan mangrove, pembersihan dilakukan petugas Dinas Kebersihan dan Polsek Sunda Kelapa.