Kekhusyukan Ramadan Di Kampung Blindas Wonogiri – berita 2018

Berita dan jurnal Kamis Juni 2018 baca berita “Kekhusyukan Ramadan Di Kampung Blindas Wonogiri” Media berita terbaru dan terupdate detectifmaya.com

Pengendara melintas di Kampung Ramadan Blindas, Desa/Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, yang dihiasi lampion, Senin (4/6/2018). (Solopos/Rudi Hartono)

Wonogiri Sepanjang jalan Dusun Blindas, Desa/Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, dihiasi umbul-umbul.

Lampion & lampu hias memayungi jalan di dekat Masjid Baiturrahim di tengah dusun.

Pagar batu & buk jembatan dicat warna-warni memperindah pemandangan. Tulisan Kampung Ramadan Blindas terbuat da-ri sterofoam yang terpampang di sudut pertigaan dekat masjid memberi petunjuk di situ lah Kampung Ramadan Blindas berada.

Sejumlah wanita dewasa berbincang di balai dekat masjid.

Mereka menyambut Solopos.com dengan ramah. Beberapa tikar tersusun rapi di sudut balai. Di lokasi tersebut kegiatan-kegiatan selama Ramadan ini digelar.

Untuk kali pertama Blindas yang terdiri atas empat rukun tetangga dikonsep menjadi Kampung Ramadan.

Di dusun itu tiada hari tanpa ada kegiatan Ramadan.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Mereka yang terus hidup penuh dengan kekerasan hati akan membawa kedalam kehidupan yang tidak mensejahterakan.

Kegiatan dimulai sore menjelang berbuka puasa hingga malam hari. Daripada hari tertentu digelar acara keagamaan yang skalanya lebih besar dari pada hari lainnya.

“Kalau sore dusun kami ramai sekali. Anak-anak hingga orang dewasa mengikuti kegiatan keagamaan hingga saat itu berbuka puasa,” kata Ketua Panitia Kampung Ramadan Blindas, M. Kholil Khoirudin Sholeh, saat ditemui di dusun tersebut, Senin, 4 Juni 2018.

Dia mengatakan Kampung Ramadan terwujud karena masyarakat sangat mendukung. Masyarakat suka rela menyumbang dana membiayai semua kegiatan.

Mereka pula suka rela membentuk kelompok juru masak yang membuat makanan utk berbuka bersama setiap hari.

Baca berita menarik lainnya dari Solopos.com di sini.

1 dari 2 halamanPenyiapan Takjil

Ilustrasi Masjid (Istimewa)

Setiap sore panitia menggelar pengajian hingga berbuka puasa. Dalam sepekan peserta pengajian menyantap hidangan berbuka dengan menu yang berbeda-beda.

Menu itu seperti sayur asem, rames, soto, sayur lombok, tongseng, kare, gudeg, dan lainnya.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Bersedih dengan orang yg tepat lebih baik daripada berbahagia dengan orang yg salah. Bijaklah dlm memilih sahabat.

Hidangan harian dimasak tiga juru masak.

“Setiap hari Salat Tarawih digelar dengan konsep ala Madinah.

Surat yang dibaca sebanyak setengah juz/hari. Salat dengan 11 rekaat termasuk Witir. Alhamdulillah warga tetap antusias mengikuti,” kata Kholil.

Setiap malam Minggu, lanjut dia, digelar angkringan Ramadan.

Panitia menyajikan hidangan ala warung hik untuk disajikan kepada warga saat digelar pengajian. Warga mengikuti pengajian bisa sambil menikmati hidangan kampung.

Warga luar Blindas pun turut mengikuti kegiatan-kegiatan di kampung itu. Menurut Kholil, panitia berencana menjadikan Kampung Ramadan sebagai agenda tahunan.

“Ramadan tahun depan kami bakal buat lebih semarak dengan menggelar kegiatan keagamaan yang lebih variatif,” ulas Kholil.

Camat Pracimantoro, Warsito, menyambut sangat baik dibuatnya Kampung Ramadan Blindas. Dengan konsep sepeti itu warga dapat mengikuti kegiatan positif selama Ramadan. Dia berharap dusun-dusun lain bisa mencontoh.

“Watangrejo juga bikin Kampung Ramadan. Ini bisa menjadi tren positif untuk Pracimantoro,” kata dia.

Simak video pilihan berikut ini:



Semangat menyemai kebaikan di bulan Ramadan, dan pernah menjalani hidup susah jadi alasan masyarakat lakukan kegiatan sosial, seperti berbagi sembako gratis.

Kunjungi terus detectifmaya.com situs berita online di indonesia, keyword berita ini : kekhusyukan,ramadan,di,kampung,blindas,wonogiri, kegiatan, berbuka, mengikuti, digelar, panitia, hidangan, pengajian, pracimantoro, lainnya