Menteri Desa Minta Media Awasi Dana Desa – berita 2018

Info terupdate Rabu Agustus 2018 baca berita “Menteri Desa Minta Media Awasi Dana Desa” Media berita terbaru dan terupdate detectifmaya.com

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo meminta media berperan secara aktif mengawasi penggunaan dana desa. (detectifmaya.com/Yuliardi Hardjo)

detectifmaya.com, Bengkulu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo meminta media massa untuk mengawasi se-cara ketat penggunaan dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Cinta tidak akan menuntut kesempurnaan, cinta akan memahami, menerima dan rela ununtuk berkorban. Karena cinta seharusnya membuatmu bahagia bukan terluka.

Peran media menjadi tolak ukur utama keberhasilan atau kegagalan program dana desa yang digelontorkan mulai tahun 2015.

Hal ini terungkap dalam dialog menteri dengan para jurnalis di sela-sela kunjungan kerja selama dua ha-ri di Bengkulu. Dialog yang dipandu Ketua Serikat Pt Suratkabar Provinsi Bengkulu itu berlangsung dinamis.

“Jangan berita baiknya saja, seburuk apa pun juga harus diberitakan, supaya kita bisa mengukur tingkat keberhasilannya,” ucap Eko di Bengkulu, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Pengelolaan dana desa menurutnya harus dilakukan terbuka dan melibatkan seluruh masyarakat.

Partisipasi beranjak dari perencanaan, musyawarah desa, pembentukan APBDes hingga pengawasan lapangan. Khusus Bengkulu, serapan dana desa usai lebih da-ri 82 persen. Angka tersebut masuk kategori baik & harus dipertahankan.

Akselerasi peningkatan angka kemiskinan dengan memanfaatkan dana desa tergambar da-ri data statistik penurunan angka kemiskinan.

Thn 2018 terjadi penurunan angka kemiskinan di Indonesia sebanyak 1,8 juta jiwa. Lebih da-ri 60 persen di antaranya atau 1,2 juta jiwa adalah masyarakat desa.

Membangun desa untuk menurunkan angka kemiskinan ini diakui Menteri Eko ngak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi, tingkat pendidikan kepala desa sebagai pengelola dana desa hanya tamatan SD dan SMP.

“Lebih da-ri 60 persen kepala desa hanya tamatan SD & SMP, ini tantangan & butuh pengawasan yang kuat dari media,” lanjutnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:



Solusi Mendes PDTT pada desa rawan banjir

1 da-ri 2 halamanSiapkan Lumbung Padi Nasional

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo menyerahkan 600 sertifikat untuk masyarakat transmigrasi di Bengkulu Utara. (detectifmaya.com/Yuliardi Hardjo)

Kementerian Desa PDTT menyiapkan beberapa wilayah untuk dijadikan lumbung padi nasional masa depan. Salah satunya didorong dengan konsep Kota/city Mandiri Terpadu (KTM) Lagita di Desa Giri Kencana Bengkulu Utara.

Lahan seluas 2.579 hektare dengan produksi saat ini baru mencapai 12.189 ton beras per thn akan ditingkatkan setidaknya tiga kali lipat.

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo mengatakan, akses jalan sepanjang 2,7 kilometer dua jalur dengan pembangunan embung atau kawasan tambak ikan & jembatan sudah dibangun untuk membuka akses jalan pertanian.

Juga sudah disiapkan Rumah Milling Unit utk mengolah hasil pertanian yang dikelola masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Jangan pernah anda menggunjingkan orang lain, karena akan lebih baik mulai untuk merencanakan dan melakukan apa yang menjadi tujuan anda.

“Kapasitas mesin pengelola padi mencapai 1,5 ton per jam. Mampu menampung seluruh hasil panen petani di sini,” ungkap Menteri Eko.

KTM Lagita sendiri berada di atas lahan seluas 92.522 hektare yang terletak di sembilan kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara. Pengelolaan KTM dilakukan untuk mendorong peningkatan ekonomi 38.235 kepala keluarga di kawasan KTM atau sebanyak 158.111 jiwa.

Di kawasan KTM Lagita pula sudah dibangun rumah sakit tipe C, layanan pendidikan tingkat SLTA & SMK. Saat ini juga tengah dilakukan pembangunan Islamic Center yang bertujuan membuka kesempatan usaha dan lapangan kerja baru di wilayah transmigrasi.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri, butuh sinergitas antarlembaga dan pemerintah setempat,” kata Eko Putro Sandjojo.