Sibuk Mencuci, Penghina Ustaz Abdul Somad Pula Diperiksa Di Rumahnya – berita 2018


Ustaz Abdul Somad (Nurwahyunan/bintang.com)

detectifmaya.com, Pekanbaru Dugaan penghinaan terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) dari Jony Boyok terus diusut polisi. Selama penyelidikan, baik UAS maupun Jony, tak diperiksa sebagaimana warga lainnya berurusan dengan penegak hukum.

Keduanya dimintai keterangan di rumahnya masing-masing.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau punya alasan tersendiri terkait hal ini. Untuk UAS, penyidik menyebut ustaz kondang itu punya jadwal padat sehingga di wajibkan didatangi ke rumahnya.

“Penyidik dapat waktunya Sabtu pekan lalu, karena kesibukan UAS.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Kapan kau akan berhenti menyakitiku, lelah ku hadapi semua ini tapi aku tidak bisa memungkiri aku sangat mencintaimu.

Makanya didatangi ke rumah,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Rabu siang, 12 September 2018.

Sementara utk Jony, penyidik punya alasan khusus pula. Jony selama ini diketahui punya permasalahan rumah tangga hingga terpaksa mengurus keperluan rumah sendiri setelah ditinggal istrinya.

Awalnya, Jony berjanji datang ke kantor polisi pada Senin, 10 September 2018 lalu.

Namun setelah ditunggu siang, Jony ngga kunjung datang hingga akhirnya disambangi penyidik ke rumahnya di kawasan Bukitraya.

“Alasannya sibuk masak & mencuci pakaian, tidak sempat ke Polda. Makanya didatangi utk mempercepat penyelidikan kasus ini,” sebut Sunarto.

Terduga penghina Ustaz Abdul Somad itu sebelumnya sempat memilih menginap di kantor polisi dari pada pulang ke rumahnya.

Dia mengaku lebih merasa aman tidur di markas polisi yang terletak di Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru itu.

“Setelah merasa aman, dia pulang untuk mandi,” kata Sunarto.

Dalam kasus ini, penyidik usai meminta keterangan tiga saksi lainnya. Masing-masing, Nur Zein, Delfizar, & M Khalid.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Kamu bisa memiliki apa pun yang diinginkan jika kamu mampu menghilangkan keyakinan bahwa tdk mungkin mendapatkannya.

Pemeriksaan dilakukan bersamaan dengan ha-ri UAS dimintai keterangan.

Ke depan, penyidik berencana memeriksa ahli. Usai itu dilakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini naik ke penyidikan disertai penetapan tersangka atau masih ada bukti lain yang harus dikumpulkan.

Meski nantinya Jony ditetapkan tersangka, kemungkinan dia tak ditahan. Sunarto menyebut ancaman hukumannya di bawah lima thn karena dijerat Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Teknologi Elektronik (ITE).

“Karena ancaman hukumannya di bawah lima thn tidak bisa dilakukan penahanan,” terang Sunarto.

Jony berurusan dengan polisi setelah diantarkan Front Pembela Islam dari pada Rabu pekan lalu.

Dia diduga mengunggah foto Ustaz Abdul Somad yang telah diedit di bagian matanya dengan warna merah. JB pula membuat tulisan, yang menyebut bahwa UAS telah berhasil menghancurkan kerukunan beragama di akun Facebooknya.

Saksikan video pilihan berikut ini:



Petinggi Persaudaraan Alumni 212 telah bertemu Uztaz Abdul Somad di Palembang. Menurutnya, Somad tidak menyatakan sikap menolak atau menerima.

Somad bahkan bersedia sebagai calon wakil presiden Prabowo Subianto asalkan…

Kunjungi terus detectifmaya.com situs berita online di indonesia, keyword berita ini : sibuk,mencuci,,penghina,ustaz,abdul,somad,pula,diperiksa,di,rumahnya, penyidik, sunarto, setelah, keterangan, didatangi