Kondisi Terkini 3 Bocah Yang Salah Makan Ekstasi – berita 2018

Info di Minggu Sepember 2018 baca berita “Kondisi Terkini 3 Bocah Yang Salah Makan Ekstasi” Media berita terbaru dan terupdate detectifmaya.com

Dengan tampilan mirip kartun minion, pil ekstasi itu menarik perhatian seorang bocah yang kemudian membagikannya ke pada tiga teman lainnya. (detectifmaya.com/M Syukur)

detectifmaya.com, Pekanbaru Tiga bocah yang sebelumnya teler karena memakan pil ekstasi pemberian temannya sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing daripada Senin, 10 September 2018, pukul 21.00 WIB.

Meski demikian, ketiganya belum diperbolehkan beraktivitas lebih dari satu karena di wajibkan beristirahat.

“Mereka juga belum masuk sekolah, masih istirahat. Kondisinya seusai membaik,” kata Yusup, Rabu, 12 September 2018.

Sebelumnya, ujar Yusup, tiga bocah berinisial J (7), MM (9) dan Z (8), dilarikan ke Puskesmas Desa Sei Selari, Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis, karena teler akibat mengonsumsi pil ekstasi. Pil berwarna hijau itu diperoleh da-ri teman sepermainan mereka yang berinisial R dari-pada Senin, 10 September 2018.

Dari kasus ini, polisi menahan seorang pria inisial HR alias WE yang diduga pemilik pil ekstasi tersebut.

Nama itu merupakan ayah dari bocah R yang membagikan pil diduga permen ke pada temannya.

Mantan Kabag Binkar Polda Riau ini menjelaskan, kejadian bermula ketika balita perempuan berusia dua thn bermain di dalam mobil ayahnya (HR).

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Cinta merupakan keteguhan hati yang ditambatkan pada kemanusiaan yang menghubungkan masa lalu, masa kini dan masa depan.

Dia menemukan sebuah pil warna hijau mirip karakter kartun minion.

Pil dikira permen itu lalu diberikan ke pada kakaknya inisial R. Bocah perempuan ini lampau memotongnya menjadi empat bagian & dibagikan ke empat temannya.

“Satu anak tidak jadi menelan karena menganggapnya pahit, lampau dibuang,” sebut Yusup.

Tiga bocah yang menelan langsung mengalami pusing.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Orang tidak akan mengingat hari, tetapi yang diingat adalah momen penting dan berkesan.

Ketiganya lalu dilarikan ke puskesmas desa tersebut, hingga akhirnya peristiwa ini diketahui Polsek setempat.

Petugas akhirnya menggeledah mobil HR. Di dalamnya ditemukan sebuah pil warna hijau diduga ekstasi.

Tes urine dilakukan penyidik terhadap HR & hasilnya positif mengandung narkoba.

“Urinenya mengandung amfetamin, HR lampau dibawa ke Polsek untuk pengusutan lebih lanjut,” terang Yusup.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis AKP Syafrizal menyebut usai memeriksa HR. Namun, HR mengakui pil diduga ekstasi itu sisa dugem dari Kota Pekanbaru.

“Pengakuannya masuk ke salah satu lokasi hiburan yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru,” kata Syafrizal.

Saksikan video pilihan berikut ini:



Gara-gara tawuran antar-kelompok di Jembatan Besi, Tambora, terkuak remaja edarkan sabu-sabu 4 kilogram dan 4.600 butir pil ekstasi.