Tersangka Suap PLTU Riau-1 Johannes Kotjo Ajukan Justice Collaborator – berita 2018


Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Monday/senin (10/9). Johannes diperiksa sebagai tersangka.

(Merdeka.com/Dwi Narwoko)

detectifmaya.com, Ibukota Indonesia Tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Johannes Budisutrisno Kotjo mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC), atau saksi yang bekerja sama dengan penegak hukum. Pengajuan itu telah disampaikan Kotjo kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Berdasarkan informasi dari penyidik, sesaat menjadi tersangka JBK (Johannes B Kotjo) juga mengajukan diri sebagai JC,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Tuesday/selasa (25/9/2018).

KPK, kata dia, akan mencermati sikap kooperatif Kotjo selama menjalani persidangan.

Menurut Febri, JC akan dikabulkan apabila tersangka mengaku perbuatan serta membuka peran pihak lain di kasus PLTU Riau-1.

“Syarat penting dapat dikabulkan sebagai JC merupakan mengakui perbuatan, membuka peran pihak lain seterang-terangnya. Konsistensi & sikap koperatif di sidang pula menjadi perhatian KPK,” jelas dia.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Lebih baik digigit oleh seorang sahabat daripada dicium oleh seorang musuh.

KPK telah melimpahkan dakwaan & berkas perkara pengusaha sekaligus salah satu pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited itu ke Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Saat ini, KPK sedang menunggu jadwal persidangan Kotjo.

“Kemarin Senin, 24 September 2018 KPK telah melimpahkan dakwaan & berkas perkara utk terdakwa Johannes Kotjo ke pengadilan.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Orang tidak akan mengingat hari, tetapi yang diingat adalah momen penting dan berkesan.

Selanjutnya kami menanti jadwal persidangan di Pengadilan Tipikor Ibukota Indonesia untuk terdakwa pertama di kasus PLTU Riau-1 ini,” ucap Febri.

2 dari 3 halaman3 Tersangka

Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo sudah menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/9).

Johannes diperiksa terkait proyek kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Kasus dugaan suap ini bermula da-ri Operasi Tangkap Tangan (OTT). KPK baru menetapkan tiga orang tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, & pemilik Blackgold Natural Insurance Limited Johanes Budisutrino Kotjo.

Dalam proses pengembangan, KPK pula menetapkan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham sebagai tersangka. Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes Kotjo terkait kasus ini.

Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold utk menggarap proyek PLTU Riau-1. Mantan Sekjen Golkar itu dijanjikan uang USD 1,5 juta oleh Johanes jikalau berhasil menggarap proyek senilai USD 900 juta itu.

3 da-ri 3 halamanSaksikan video pilihan di bawah ini:


Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Idrus ditahan sesudah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.