Tour De Singkarak 2018 Lewati 15 Kabupaten Bakal Dongkrak Pariwisata Sumbar – berita 2018

Berita Kamis November 2018 baca berita “Tour De Singkarak 2018 Lewati 15 Kabupaten Bakal Dongkrak Pariwisata Sumbar” Media berita terbaru dan terupdate detectifmaya.com

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty membuka Tour de Singkarak (TdS) yang akan berlangsung hingga 11 November 2018.

detectifmaya.com, Ibukota Indonesia Sumatera Barat (Sumbar) mengerti betul cara mendongkrak pariwisata. Gelaran balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) yang dibuka, Sabtu (3/11), menjadi buktinya.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Ketika masalah terjadi lebih baiknya segera diselesaikan dengan mencari solusi bersama daripada saling menyalahkan

Event ini dibuka Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty. TdS bakal berlangsung hingga 11 November 2018. Hadir di pembukaan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Walikota Bukit Tinggi Ramlan Nurmatias, serta Sekjen PB ISSI, Jadi Rajagukguk.

“Inilah salah satu cikal bakal konsep sport tourism di Indonesia.

Keberadaannya mampu menginspirasi beberapa event sejenis di Indonesia. Semenjak digulirkan thn 2009, TdS telah bertranformasi menjadi sebuah pemicu perkembangan pariwisata Sumbar,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Bukit Tinggi sebagai kota awal gelaran ini bergeliat kencang. Hadirnya 22 tim dengan 122 pembalap dari 13 negara, menjadi menu utama mengeliatnya kota sejuk ini.

Pembalap tersebut juga membawa official serta crew yang cukup besar. Belum lagi ratusan awak media yang ikut meliput ajang sport tourism tersebut.

TdS 2018 digelar sebanyak 8 etape dengan melibatkan 15 dari 19 kabupaten & kota di Provinsi Sumatera Barat. Rutenya sepanjang 1.100 kilometer dengan latar belakang keelokan wisata Ranah Minang.

“Bayangkan bila 1 tim membelanjakan Rp 5 juta setiap harinya. Berarti seusai Rp 110 juta uang beredar di Sumbar setiap hari dari para peserta. Belum lagi perputaran uang dari wisatawan lainnya yang ingin menyaksikan TdS 2018,” imbuh Menpar.

Performa positif TdS makin dipertegas dengan hadirnya berbagai industri yang ikut mensponsori event tersebut.

Da-ri mulai perbankan hingga situs perjalanan wisata. Hal ini makin membuktikan betapa besarnya event ini. Asal tahu saja, TdS telah masuk dalam kalender Union Cycling International (UCI) dari pada kategori Asia Tour 2.2.

Bukan saja itu, sejak 2013, Amauri Sport Organisation (ASO) merekomendasi TdS menjadi kejuaraan mayor di Asia. Rekomendasi ini tidak tanpa sebab.

Pasalnya TdS selalu mampu menyedot banyak juta penonton. Tepatnya menduduki peringkat ke-5 dunia dengan 550 ribu penonton.

“Event ini bersanding dengan Tour de France (12 juta penonton), Giro drsquoItalia (8 juta), Vuelta a Espana (5 juta), Santos Tour Down Under (750 ribu). Ini membuktikan besarnya betapa besarnya TdS, dan inilah mengapa industri berlomba masuk utk mensponsori TdS,” ungkap Menpar.

Sementara Esthy Reko Astuty menilai Sumbar cukup jeli membaca peluang. Tergolong melihat keunggulan potensinya. Penyelenggaraan TdS menyebarkan dampak positif bagi pariwisata Sumbar itu sendiri

“Ini sangat pas. Event sport tourism TdS 2018 memberikan dua dampak sekaligus.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Orang tidak akan mengingat hari, tetapi yang diingat adalah momen penting dan berkesan.

Yakni dampak langsung dari-pada ekonomi warga dan media value yang tinggi terhadap promosi pariwisata Sumbar secara nasional dan internasional,” ujarnya.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Janganlah kau janjikan bintang dan bulan untukku, cukup dengan memberikan janji bahwa kamu akan selalu ada bersamaku di bawah cahayanya.

Selain itu, dampak positif lainnya pun turut serta bergulir.

Seluruh kabupaten dan kota di Sumbar berlomba utk memoles wajah pariwisatanya. Terutama peningkatan sektor 3A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas).

Kemantapan destinasi yang dahulu hanya dimiliki Padang dan Bukittinggi, kini telah berubah. Sawahlunto, Batusangkar, & Kabupaten atau Kota/city lainnya kian berpacu memperkuat aspek 3A-nya.

Imbasnya tentu makin kuatnya infrastruktur dalam rangka mendorong sektor kepariwisataan.

“Kemampuan pengembangan pariwisata bakal menimbulkan multiplier effect. Perkembangan pariwisata bakal sejalan dengan pertumbuhan fasilitas pendukung dari pada konsep pariwisata. Dengan pesatnya pertumbuhan pariwisata, maka pertumbuhan sektor lainnya langsung mengikuti.

Inilah pariwisata. Kemenpar bakal terus mendukung perhelatan TdS,” pungkas Esthy.

()

Terima kasih telah mengunjungi situs kami,