Piala AFF 2018: Eriksson Diragukan Bawa Filipina Sukses – berita 2018


Pelatih asal Swedia, Sven-Goran Eriksson, kini jadi pelatih Timnas Filipina. (AFP/STR)

Ibukota Indonesia Sven-Goran Eriksson bakal jadi primadona di ajang Piala AFF 2018. Pelatih asal Swedia yang pernah menangani timnas Inggris itu baru saja ditunjuk utk menangani Filipina.

Manajer Filipin, & Palami, menyebut kehadiran pelatih berusia 70 tahun itu sebagai bukti keseriusan Filipina mengejar prestasi, khususnya di Piala AFF 2018 serta Piala Asia 2019. Kendati, Eriksson hanya dikontrak selama enam bulan dengan opsi perpanjangan.

“Saya selalu jadi seorang pemimpi, & untungnya, saya mampu menjual kepada Sven, mimpi sepak bola Filipina. Dia usai di sana, dia telah melakukannya. Ini di luar faktor uang, ngak tentang itu.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Datang dan pergi seperti angin tidak beraturan dan arah merasakan cinta dalam kehidupan kadang ku bahagia kadang ku bersedih.

Aku pikir buatnya, dia memercayai warisan yang bisa dia tinggalkan utk sepak bola Filipina,” tutur & Palami perihal keputusan mendatangkan Eriksson.

Meski begitu, sepeti dilansir dari Bangkok Post, ada kalangan yang meragukan kapasitas mantan pelatih Timnas Inggris & Meksiko itu dalam membesut Timnas Filipina & mengantar the Azkals jadi juara Piala AFF 2018.

“Sebagus-bagusnya Eriksson sebagai pelatih, aku ragu dia akan tahu lebih dari satu tentang pemainnya (di Timnas Filipina).

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan tak kan pernah sia-sia. Kebaikan akan berbalas kebaikan.

Saya lebih senang memandang uang yang mereka bayarkan buatnya, dialihkan utk akar rumput, pembinaan usia muda, pendidikan pelatih, dan sepak bola wanita,” ujar Scott ODonell.



Video selebrasi mengesalkan pemain Filipina khas Conor McGregor usai cetak goal ke gawang Timnas Indonesia di Piala AFF 2016.

2 dari 3 halamanTerlalu Singkat

Nama Scott ODonell mungkin tidak akrab di kalangan pencinta sepak bola Indonesia. Scott ODonell ialah mantan pelatih klub Liga Singapura (S-League), Geylang United, serta pernh pula jadi pelatih Timnas Kamboja. Scott ODonell kini lebih dikenal sebagai satu di antara instruktur pelatih FIFA.

PFF maupun Dan Palami memang tak mengungkap besaran biaya yang dikeluarkan utk merekrut pelatih sekelas Eriksson. Dengan pengalaman Eriksson menangani timnas maupun klub-klub kenamaan, sulit dibayangkan ia hanya menerima kontrak dengan nominal kecil.

Kontrak yang hanya berdurasi enam bulan membuat beberapa pelatih terkenal di Asia mengerutkan alis tanda penasaran, mempertanyakan tujuan sebenarnya dengan mendatangkan Eriksson.

Termasuk apakah dalam waktu sesingkat itu, Eriksson mampu memberikan dampak terhadap Filipina yang dikenal gila basket serta sepeninggal era Thomas Dooley yang sukses dalam kebersamaannya di the Azkals selama empat tahun.

3 dari 3 halamanGlamor

Meski seusai mengenal sepak bola Asia, Eriksson pernah jadi pelatih Guangzhou RampF, Shanghai SIPG, dan Shenzhen FC di Chinese Super League dengan rekam jejak lumayan, berkiprah di pasar olahraga yang sedang berkembang seperti halnya di kawasan Asia Tenggara, ialah hal berbeda.

Eriksson hanya punya saat itu singkat untuk beradaptasi dengan tim barunya mengingat Timnas Filipina usai dinanti matchday pertama penyisihan Group B Piala AFF 2018, melawan Singapura, dari pada 13 November 2018.

Satu yang pasti, keberadaan mantan pelatih Roma, Lazio, serta Manchester City itu akan menambah keglamoran penyelenggaran Piala AFF 2018.

Sumber: Bangkok Post