Upaya Melestarikan Warisan Budaya Jaran Kecak Di Lumajang – berita 2018

Jurnal dunia berita dan trend di Sabtu Desember 2018 baca berita “Upaya Melestarikan Warisan Budaya Jaran Kecak Di Lumajang” Media berita terbaru dan terupdate detectifmaya.com

Jaranan Senterewe, memadukan dua kutub kesenian rakyat, lama dan kekinian.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Satu hal penting dalam cinta, jangan berikan ruang di hatimu pada seseorang yg bahkan tak berusaha tuk tinggal di dalamnya.

Kuda lumping dan Dangdut. (foto: detectifmaya.com/vio/edhie)

detectifmaya.com, Lumajang Festival Jaran Kecak untuk melestarikan budaya dan kesenian daerah digelar dalam rangka Ha-ri Jadi Kabupaten Lumajang ke-763 di lapangan GOR Wira Bhakti di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (2/12/2018).

Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, bakal terus berkomitmen melestarikan warisan budaya ngga benda asli Kabupaten Lumajang tersebut.

“Saya & Bunda Indah berkomitmen melestarikan kesenian daerah dan saya lihat kuda-kudanya itu sudah luar biasa,” kata Thoriqul Haq di Lumajang dilansir Antara.

Ia berkeinginan agar Festival Jaran Kecak di Kabupaten Lumajang tersebut menjadi agenda budaya nasional, agar dikenal oleh masyarakat luas.

“Sebagai salah satu perhatian pemerintah ke pada para seniman Jaran Kecak, saya meminta Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata untuk membentuk paguyuban seniman jaran kecak, agar pemerintah bisa memberikan bantuan melalui dana hibah,” ujarnya.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Kamu tak perlu menjadikan dirimu cantik/ganteng untuk bisa memilikiku, kamu hanya perlu menunjukkan bahwa aku membutuhkanmu.

Sementara itu, Bunda Indah mengatakan, masyarakat Lumajang wajib berbangga & melestarikan warisan budaya asli Kabupaten Lumajang, sehingga Pemkab Lumajang akan mencari lagi potensi budaya asli lumajang, selain jharan kencak.

Ketua Panitia Festival Jharan Kencak Indriyanto mengatakan kegiatan festival tersebut bertujuan utk memberikan motivasi kepada para seniman, agar tetap konsisten dalam pelestarian kesenian daerah yang sudah diakui sebagai warisan budaya tidak benda Kabupaten Lumajang tersebut.

Kuda-kuda itu mengikuti irama tetabuhan berupa gong, kenong, ketipung, & sronen (sejenis terompet) yang dimainkan tujuh hingga sembilan orang yang berjalan di belakangnya. Festival Jaran Kecak tsb melibatkan 150 kuda, 30 kuda kecak & 120 kuda manten.

Setelah pertunjukan di lapangan GOR Wira Bhakti, ratusan Jaran Kecak itu diarak menuju Alun-alun Lumajang melalui Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan PB.

Sudirman & Jalan S. Parman untuk kemudian finis di Alun-alun Utara Lumajang.

Saksikan video pilihan berikut ini:



Tindakan Kapolsek Kedawung, Cirebon berjoget “Jaran Goyang” ini menarik perhatian, saat setelah ia serah terima jabatan.