BI: Masyarakat Sudah Terbiasa Dengan Fluktuasi Rupiah – berita 2019


Rupiah pada saat istirahat siang ini tercatat melemah sebesar 162 poin atau turun tajam 1,24 persen ke kisaran Rp 13.246 per dolar AS, Jakarta, Rabu (9/11). (detectifmaya.com/Angga Yuniar)

detectifmaya.com, Jakarta Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Terkadang, lebih baik mengalah, bukan karena kamu salah, tapi karena dengan mengalah, kamu tak kehilangan dia yg kamu cinta.

Menurut data Kurs Referensi Ibukota Indonesia Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah daripada hari ini menguat di posisi 14.093 per dolar AS.

Namun begitu, nilai tukar rupiah sempat melemah da-ri hari sebelumnya pada 3 Januari 2019, yakni di angka 14.474 per dolar AS atau mengalami kenaikan Rp 19 dibanding 2 Januari 2019 sebesar 14.465 per dolar AS.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah berpendapat, warga tampaknya sudah terbiasa dengan ketidakstabilan kurs rupiah yang kerap terjadi sepanjang 2018 silam.

“Menurut saya, warga sudah terbiasa dengan pergerakan itu,” sebut dia saat berbincang dengan wartawan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Dia beranggapan seperti itu lantaran selama tahun kemarin nilai tukar rupiah kerap terombang-ambing hingga mencapai kisaran daripada angka 15.00 per dolar AS, tetapi perekonomian negara terpantau tetap stabil.

“2018 kita melewati level psikologis yang mengkhawatirkan terkait kurs rupiah. Sekarang level psikologis seusai tersentuh, dan ekonomi Indonesia tetap stabil,” ungkapnya.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Untuk mencapai paru-paru, asap rokok hanya butuh waktu sekitar 3 detik dan langsung memacu jantung bekerja lebih keras.

Nanang pula mengatakan, Bank Indonesia selaku pihak regulator tetap terjun ke pasar utk menjaga stabilitas nilai rupiah, baik di sesaat menguat ataupun melemah. Dia menambahkan, bank sentral bangsa memberikan ruang kepada market untuk ikut menentukan kurs rupiah.

“Kami berikan ruang rupiah bergerak sesuai mekanisme pasar.

Ha-ri ini rupiah menguat, itu bagian da-ri mekanisme pasar,” ujar dia.

2 da-ri 3 halamanPengusaha Ingin Gerak Rupiah Stabil

Petugas melayani nasabah di gerai penukaran mata uang di Ayu Masagung, Jakarta, Monday/senin (13/8). Daripada perdagangan skejul pekan, senin (13/08). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyentuh berposisi tertingginya Rp 14.600. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergejolak lantaran penguatan & pelemahan terjadi dalam wa`ktu singkat pada awal 2019.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berharap fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bukan akan terlalu tajam dari-pada 2019. Ini sebab naik turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tsb dinilai bakal merepotkan para pengusaha yang juga adalah nasabah BCA.

Direktur BCA, Henry Koenaifi mengatakan, selama nilai tukar rupiah tidak mengalami penguatan dan pelemahan yang gila-gilaan, pengusaha masih bakal aman dan nyaman dalam menjalankan usahanya.

“Pengusaha itu yang paling penting naik & turunnya rupiah bukan gila-gilaan. Yang paling penting itu, misalnya dari Rp14.100 lampau turun ke Rp 12.100, terus nanti ada goncangan naik lagi ke Rp 14.000 lagi. Ini melambung banget,” kata Henry saat ditemui di Menara BCA Jakarta, sepeti ditulis Kamis (10/1/2019).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) bergerak fluktuatif dari pada perdagangan Thursday/kamis 10 Januari 2019. Pagi ini, rupiah dibuka di level 14.048 per USD atau melemah dibanding penutupan perdagangan semalam di 14.125 per USD.

Mengutip data Bloomberg, rupiah kemudian bergerak melemah sudah pembukaan. Tercatat, rupiah sempat menyentuh level 14.099, tetapi kembali menguat dan saat ini nilai tukar berada di 14.077 per USD.

3 dari 3 halamanSaksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Berbagai upaya yang ditempuh membuat dalam dua hingga tiga hari minggu terakhir rupiah menguat.