JICT Ngga Beri Toleransi Karyawan Yang Rusak Perusahaan – berita 2019

Berita dan jurnal Senin Februari 2019 baca berita “JICT Ngga Beri Toleransi Karyawan Yang Rusak Perusahaan” Media berita terbaru dan terupdate detectifmaya.com

Sebuah Perahu nelayan melintas di dekat kapal yang mengangkut peti kemas di Ibukota Indonesia International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/11). (Merdeka.com/ Iqbal S.

Nugroho)

detectifmaya.com, Jakarta PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menegaskan tidak akan pernah memberi toleransi terhadap tindakan pelanggaran hukum para karyawan.

“Kami ngga akan menoleransi kejahatan yang dapat merusak pt dan mental profesional yang selalu menjadi standar kerja di JICT,” kata Wakil Direktur JICT, Riza Erivan dalam keterangan tertulis, Jumat (8/2/2019).

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Kapan kau akan berhenti menyakitiku, lelah ku hadapi semua ini tapi aku tidak bisa memungkiri aku sangat mencintaimu.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Terkadang, menangis hanya membuat matamu setingkat lebih jernih sebelum melihat kebahagiaan.

Penegasan tersebut menanggapi keputusan penolakan majelis hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), Ibukota Indonesia Utara, Wednesday/rabu (6/2) terhadap seluruh gugatan mantan eks anggota Serikat Pekerja (SP) JICT Dadi Maudi Yusuf. Majelis hakim yang diketuai Eko Sugianto dengan hakim anggota Lita Sari Seruni & Purwanto menolak seluruh gugatan Dadi.

“Menolak gugatan rekonvensi seluruhnya & juga mengakui sah PHK yang dilakukan oleh manajemen JICT terhadap Dadi,” kata Eko Sugianto dalam amar putusan sidang PHI nomor nomor: 221/Pdt. Sus-PHI.G/2018/PN.Jkt.Pst.

Setahun lalu, Dadi, seorang senior manajer HRD di JICT di PHK oleh manajemen karena telah memanipulasi gaji tanpa sepengetahuan manajemen JICT. Dadi diketahui menambah gajinya sendiri dan beberapa karyawan lain tanpa persetujuan manajemen perusahaan.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Aku tak pernah memiliki kebijakan, saya hanya melakukan yang terbaik setiap kali dan setiap hari

Aksinya ini diduga telah dilakukan cukup lama dan baru ketahuan ketika manajemen melakukan audit internal.

Manajemen JICT langsung melakukan PHK terhadap Dadi sehingga membuat sejumlah pengurus SP JICT protes & membela kecurangan Dadi. Riza melanjutkan, sebagai operator terminal peti kemas terbesar di Indonesia, tingkat kesejahteraan di JICT sudah sangat tinggi & melebihi standar di industri. “Karena itu menjadi sebuah kejahatan kalau ada pekerja yang merusak perusahaan sendiri, apalagi dia seorang anggota serikat pekerja,” ujar Riza.

Sejumlah Gugatan Sebelum gugatan Dadi ditolak hakim, sejumlah gugatan pekerja JICT terhadap pt juga ditolak hakim, seperti gugatan lima pekerja JICT terhadap manajemen terkait kenaikan gaji yang tidak sesuai ketentuan direksi.

Dalam putusan Nomor 233/Pdt.Sus-PHI/2018/PN Jkt.Pst majelis hakim yang diketuai Wiwik Suharsono menolak seluruh gugatan para pekerja tersebut.

Dalam pertimbangan hukumnya hakim menyatakan, bahwa kenaikan gaji secara sepihak yang dinikmati oleh lima penggugat tidak sesuai dengan ketentuan direksi. Kenaikan gaji pokok sebesar 14,26-36,82 persen pada 2017 yang dilakukan pula oleh Dadi Maudi Yusuf melebihi ketentuan direksi dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sebesar 4,53 persen.

2 dari 2 halamanAnggota Serikat Pekerja

Kapal mengangkut peti kemas da-ri JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Tuesday/selasa (6/11).

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekspor kuartal III/2018 mencapai 7,7 persen, berbanding jauh dengan kuartal III/2017 sebesar 17,26 persen. (Merdeka.com/ Iqbal S. Nugroho)

Dalam kasus ini, Dadi diketahui telah menaikkan gaji pokok 73 pekerja JICT, sebagian besar merupakan anggota SP JICT yang tidak sesuai ketentuan direksi JICT. Gugatan SP JICT terkait perjanjian perpanjangan kontrak JICT antara PT Pelindo II & Hutichison pula ditolak hakim di PN Jakarta Utara.

Hakim berpendapat bahwa PN Jakarta Utara ngga berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara nomor 312/Pdt.G/PN.Jkt.Utr.

Menurut Riza, hal itu membuktikan perpanjangan kontrak JICT antara Pelindo II dan Hutchison telah ditandatangi secara sah & telah melalui mekanisme yang transparan sesuai aturan yang berlaku. Karena itu, Riza menegaskan, berbagai aksi yang dilakukan SP JICT semata hanya utk mencari sensasi demi kepentingan segelintir orang.

Selain merugikan perusahaan, berbagai aksi memaksakan diri yang dilakukan SP JICT selama ini juga menjadi ancaman bagi perekonomian.

Aksi-aksi yang terus dilakukan beberapa orang anggota SP hanya upaya mencari perhatian & sensasi. JICT & seluruh pemegang saham telah menjalankan aturan dengan sangat tegas dan transparan.

“Semua proses hukum pula telah dilakukan manajemen & terbukti setiap gugatan SP selalu ditolak hakim,” demikian Riza.

Sumber: Merdeka.com

Sebagai pembaca yang setia kami, info yang detectifmaya.com sajikan adalah info yang sudah di terpercaya dari sumber nya secara langsung.

keyword terindex diartikel ini : jict,ngga,beri,toleransi,karyawan,yang,rusak,perusahaan, gugatan, pekerja, manajemen, dilakukan, terhadap, jakarta, anggota