Rupiah Kembali Melemah, Investor Tak Yakin Penyelesaian Perang Dagang – berita 2019


Teller tengah menghitung mata uang dolar di penukaran uang di Jakarta, Junat (23/11). Nilai tukar dolar AS terpantau terus melemah terhadap rupiah hingga ke level Rp 14.504. (detectifmaya.com/Angga Yuniar)

detectifmaya.com, Jakarta Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah tipis dari pada perdagangan Jumat ini.

Pelaku pasar pesimistis terhadap langkah penyelesaikan perang dagang.

Mengutip Bloomberg, Jumat (8/2/2019), rupiah dibuka di angka 13.975 per dolar AS, melemah tipis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.972 per dolar AS.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Air mata merupakan satu-satunya cara bagimana mata berbicara ketika bibir tidak mampu menjelaskan apa yang membuatmu terluka.

Sejak pagi hingga siang ha-ri ini, rupiah bergerak di kisaran 13.975 per dolar AS hingga 13.997 per dolar AS.

Bila dihitung da-ri awal tahun, rupiah menguat 2,83 persen.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Perempuan selalu menjaga hati orang yang dia sayangsehingga hati dia sendiri tersiksa. inilah pengorbanan perempuan ununtuk lelaki yang tidak pernah sadar.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), Rupiah dipatok di angka 13.992 per dolar AS, melemah kalau dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 13.978 per dolar AS.

Analis economi Samuel Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih memprediksi nilai tukar rupiah akan kembali bergerak melemah dipicu pesimisme yang kembali muncul pada pelaku pasar atas penyelesaian perang dagang Amerika Serikat (AS) & China.

“Kemungkinan kurs rupiah melemah karena isu perang dagang AS-China,” ujar Lana sepeti dikutip dari Antara.

Kendati belum ada pernyataan resmi, tetapi pernyataan Presiden Donald Trump bahwa tidak ada pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping, sepeti mengkonfirmasi potensi kebuntuan pembicaraan mengenai kesepakatan dagang tsb pada sesaat ini.

Efek perang dagang antara AS dan China terhadap perdagangan global, kata Lana, semenjak terlihat. Neraca transaksi berjalan Jepang misalnya, mencatatkan surplus dari pada Desember 2019, semakin kecil start empat bulan terakhir.

Penurunan surplus tsb terutama berasal da-ri neraca barang yaitu ekspor-impor Jepang.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Jauh sebelum bertemu denganmu, aku telah mengenalmu dalam doaku.

Ia mengatakan kekhawatiran utama efek perang dagang AS-China berdampak pada melambatnya economi global. Dana Moneter Internasional (IMF) pula merevisi proyeksi turun pertumbuhan economi global da-ri 3,3 persen menjadi 3,1 persen utk 2019.

“Kurs rupiah kemungkinan melemah ke tingkat 13.980 per dolar AS sampai 14.000 per dolar AS,” kata Lana.

2 da-ri 3 halamanAlasan BI Yakin Rupiah Bakal Menguat Sepanjang 2019

Teller menunjukkan mata uang rupiah dan dolar di Bank Mandiri, Jakarta, Thursday/kamis (10/1).

Hingga ha-ri ini, US 1 dibanderol Rp 14.020. Rupiah menguat 0,71 dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya. (detectifmaya.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo optimistis, nilai tukar rupiah akan terus perkasa sepanjang 2019.

“Kami memandang bahwa nilai tukar rupiah ke depannya akan stabil & cenderung menguat,” kata Perry dalam paparan KSSK, di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, dari pada Selasa 29 Januari 2019.

Perry menuturkan, ada empat faktor yang akan mendorong tren penguatan nilai tukar tersebut. Salah satu merupakan ketidakpastian economi global yang kian menurun dari pada 2019.

Selain itu, The Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS dipastikan ngga akan seagresif tahun lalu untuk mengerek suku bunga acuannya.

“Karena kenaikan suku bunga The Fed hanya dua kali (tahun ini), sehingga laju kenaikannya lebih rendah da-ri tahun sebelumnya,” ujar dia.

Faktor kedua merupakan tingkat kepercayaan investor terhadap kondisi economi domestik di tanah air akan terus seiring derasnya aliran masuk modal asing yang sudah dimulai semenjak kuartal akhir 2018.

Faktor selanjutnya merupakan fundamental ekonomi Indonesia yang diklaim semakin kuat ditandai angka pertumbuhan economi yang baik, tingkat inflasi rendah, & defisit anggaran yang lebih rendah dari target.

“Terakhir, mekanisme pasar yang lebih baik akan mendukung stabilitas nilai tukar dari-pada 2019,” ujar dia.

3 dari 3 halamanSaksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terus menguat. Pagi ini, Rupiah menguat paling perkasa diantara mata uang negara lain di Asia.