Polusi Udara Bukan Kunjung Usai, PM & Gubernur Thailand Disidang – berita 2019

Info aktual Selasa Februari 2019 baca berita “Polusi Udara Bukan Kunjung Usai, PM & Gubernur Thailand Disidang” Media berita terbaru dan terupdate detectifmaya.com

Ilustrasi bendera Thailand (AP/Sakchai Lalit)

detectifmaya.com, Bangkok Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha, Gubernur Bangkok Aswin Kwanmuang, serta Dewan Lingkungan Nasional dipanggil utk memberikan keterangan di Pengadilan Tata Usaha Pusat, Thursday/kamis 7 Februari 2019. Pemanggilan itu berkaitan dengan polusi udara PM2.5 yang tidak kunjung berhenti setelah hampir dua bulan.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Tanda-tanda cinta adalah ketika anda merasa bahwa kebahagiaan orang tersebut lebih penting daripada kebahagiaanmu sendiri.

Sebelumnya, sebuah organisasi bernama Stop Global Warming Association (SGWA) dan 41 warga negara Bangkok mengajukan pengaduan. Mereka menuduh bahwa ketiga pejabat lalai dalam mengatasi krisis asap, dikutip da-ri The Straits Times, Thursday/kamis (7/2/2019).

Tindakan mereka dianggap berbenturan dengan Undang-Undang Lingkungan dan Undang-Undang Kesehatan Warga yang telah diimplementasikan di dalam negeri Thailand.

“Kami bakal menyiapkan bukti kelalaian untuk kemudian mendesak pengadilan agar memerintahkan ketiga tersangka untuk menerapkan langkah-langkah penanganan polusi udara,” kata Srisuwan Janya, Presiden SGWA.

Tidak hanya tiga mentri itu, SGWA pula mengatakan bahwa oknum yang membakar perkebunan tebu serta pembeli lahan tebu yang terbakar pula harus menghadapi hukuman.

Sebagian besar masyarakat Bangkok sangat khawatir apabila krisis polusi ini tak kunjung berakhir, sebagaimana disampaikan oleh Thanawat Polvichai, Direktur Prakiraan Economi dan Bisnis University of Thai Chamber of Commerse, Thailand.

“Kami telah melakukan jajak pendapat selama festival Tahun Baru China, dan kami menemukan bahwa orang-orang khawatir bila PM2.5 bakal berkepanjangan,” tutur Polvichai.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Wanita itu unik, mereka ingin kita itu tau bagaimana perasaannya tapi mereka tidak ingin mengatakannya.

Simak video pilihan berikut:



Langit di bangkok diselimuti kabut asap yang dapat mengancam kesehatan penduduknya.

2 da-ri 2 halamanSudah Lebih Dari Satu Korban

Kabut asap di Thailand mengganggu siswa sekolah (AFP Photo / Romeo Gacad)

Hingga sesaat ini, PM2.5 yang merupakan zat karsiogenik dengan materi partikulat berdiameter 2,5 mikrometer itu, telah menyebabkan banyak korban.

Korban finansial mencapai 10 15 miliar baht Thailand (sekira Rp 4,47 6,7 triliun) hingga sesaat ini. Jumlah itu meningkat da-ri beberapa pekan lalu, dimana menurut Pusat Penelitian Kasikorn, kabut asap telah menelan kerugian hingga 6,6 miliar baht (sekira Rp 2,97 triliun).

Uang itu didasarkan dari pada jumlah yang harus dikeluarkan warga untuk membayar biaya medis dan masker wajah, serta penurunan pendapatan da-ri sektor pariwisata.

Di samping itu, PM.2 pula menyebabkan kenaikan jumlah pasien yang menderita penyakit pernapasan di Bangkok. Setidaknya 2,4 juta orang da-ri 11 juta masyarakat ibu kota/city telah menderita alergi dan penyakit pernapasan.

Sebetulnya pemerintah juga telah bertindak, yakni dengan menyemai awan hujan, menyapu jalan, serta membatasi jumlah kendaraan. Meskipun demikian, upaya itu bukan kunjung membuahkan hasil.