Cita-Cita Bocah Yang Bolos Sekolah Untuk Rawat Ayah Penderita Tumor Otak – berita 2019


Yuda (12) menjaga sang ayah yang sakit tumor otak seorang diri selama tiga bulan terakhir sesudah ibunya meninggalkan keluarganya. (dok.

Instagram rumahteduhsahabatiin/https://www.instagram.com/p/Bu0fhgAhZL3/Henry)

detectifmaya.com, Jakarta Kisah Yuda yang viral lantaran mengurus bapaknya penderita tumor otak masih berlanjut. Bocah 12 tahun yang duduk di kelas 6 SD ini menarik perhatian karena memilih bolos sekolah demi merawat bapaknya & menggantikan sang ibu yang dikabarkan pergi bekerja di luar negeri.

Lewat unggahan terbaru di akun Instagram rumahteduhsahabatiin, Yuda mengakui sudah tiga bulan terakhir bukan sekolah. Kalau sebulan lagi ngak sekolah, ia terancam dikeluarkan.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Cinta tidak hanya apa yang anda rasakan, tetapi apa yang harus anda lakukan.

“Bicara langsung,” jawabnya singkat saat disinggung bagaimana pihak sekolah menyampaikan hal itu.

Sambil berlinang air mata, Yuda mengungkapkan keinginannya masuk pesantren, namun batal karena ngak bisa meninggalkan bapaknya. Ia juga menyampaikan memilih mendampingi bapaknya dibandingkan sekolah karena bukan ada yang bisa mengurus.

Padahal, ia punya cita-cita yang ingin diwujudkan.

“Pengen jadi polisi,” ujarnya.

Melihat kegalauan Yuda, Iraningsih Achsien, pendiri Rumah Teduh, meyakinkan bocah itu untuk mencarikan jalan keluar. “Kalau di wajibkan sampai keluar sekolah, Bunda janji akan cari solusi supaya Yuda bisa tetap sekolah,” katanya.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Air mata merupakan satu-satunya cara bagimana mata berbicara ketika bibir tidak mampu lagi menjelaskan apa yang membuatmu terluka.

Kepada detectifmaya.com, perempuan yang akrab disapa Iin itu mengatakan Yuda seusai kembali ke sekolah. Senin kemarin, 11 Maret 2019, ia bahkan menjalani ujian sekolah jelang Ujian Nasional.

“Ini ha-ri pertama ujian.

Yuda dan bapaknya diantar pulang ke Karawang pakai ambulans kemarin,” ujarnya.

Ia menilai wajar jikalau pihak sekolah menyampaikan ancaman dikeluarkan tersebut mengingat Yuda sering tak masuk kelas. Namun, ia pula meminta pihak sekolah tidak bersikap berlebihan menanggapi ketakutan Yuda tidak bisa melanjutkan pendidikan karena ancaman tersebut seraya menegaskan pihaknya tidak bermaksud membuka aib.

“Saya kira wajar jikalau pihak sekolah berkata sepeti itu.

Anak yang banyak dapat nilai merahnya kan sering juga dibilang ngak akan naik kelas. Nah, dalam kasus Yuda, ya wajar jika sekolah mengancam mengeluarkannya karena sering bolos. Namun buat anak sekecil itu, hal itu ya menakutkan,” tutur Iin.

Ia meminta semua pihak ngga reaktif merespons kasus Yuda yang merawat bapaknya penderita tumor otak.

Apalagi, banyak pihak bersedia menjamin bocah tersebut bisa melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang lebih tinggi.

“Tenang saja, Yuda seusai kami tangani. Minimal makannya usai aman, bahkan banyak yang ngejaminin utk sekolah yang lebih tinggi lagi,” ujar Iin.

Saksikan video pilihan berikut ini:



Hingga kini belum diketahui apa yang menyebabkan tumor ini ada dalam ovarium gadis tersebut.

Baca terus berita hanya di detectifmaya.com, keyword terindex diartikel ini : cita-cita,bocah,yang,bolos,sekolah,untuk,rawat,ayah,penderita,tumor,otak, bapaknya, instagram, menyampaikan, memilih