Tari Kolosal Akan Ditampilkan Saat Konser Musik Malaka 2019 – berita 2019

Kabar terbaru indonesia mengenai “Tari Kolosal Akan Ditampilkan Saat Konser Musik Malaka 2019” dan disajikan dengan beda hanya di detectifmaya.com,

Festival Gandrung Sewu kembali digelar di bibir Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (8/10/2017), menyajikan penampilan kolosal 1.286 penari. (detectifmaya.com/Dian Kurniawan)detectifmaya.com, Ibukota Indonesia Sebanyak tiga tarian daerah bakal ditampilkan dalam Konser Musik Perbatasan Malaka & Kefamenanu (KMP-MK) 2019. Rencananya, tari-tarian itu bakal dibawakan secara kolosal.

Konser Musik Perbatasan Malaka-Kefamenanu akan digelar 28-29 Maret 2019, di Lapangan Misi Paroki Betun, Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh. Ricky Fauziyani, atraksi di Malaka ini bukan akan kalah heboh jikalau dibandingkan dengan Konser Musik Perbatasan Atambua. LdquoSetelah Atambua, kita pula akan menampilkan konser musik di Malaka.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Jika kamu memiliki keinginan untuk memulai, kamu juga harus mempunyai keberanian dan keinginan ununtuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.

Ada Maria Vitoria dan Bondan Prakoso yang akan menjadi bintang tamu. Ada juga aksi tarian massal. Selain berbagai kemeriahan, event ini menjadi media pelestari seni budaya & tradisi,” tutur Ricky Fauziyani, Minggu (10/3).

Tiga tarian yang akan ditampilkan secara kolosal di Malaka ialah Tari Tebe, Tari Likurai, dan Bidu. Dijelaskan Ricky, ketiga tarian itu memiliki nilai-nilai berbeda. LdquoKonser Musik Malaka Kefamenanu akan menjadi menarik dengan kehadiran tarian massal khas Tanah Timor. Tari Tebe, Likurai, & Bidu bisa menjadi inspirasi.

Karena memiliki nilai-nilai adat. Para wisatawan nantinya kalau belajar dari nilai yang dimiliki dari setiap tarian. Jadi, ini jangan sampai kegiatan ini terlewatkan. Segera atur perjalanan menuju Malaka,” lanjut Ricky lagi.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Tuhan tidakkan berikan cobaan melebihi kemampuanmu. Ketika putus asa, ingatlah, jika Tuhan memberinya padamu, Dia akan membantumu melewatinya.

Tari Bidu dikenal sebagai media utk mencari jodoh. Daerah Malaka & sekitarnya, memiliki beberapa tahap menuju jenjang pernikahan. Ada Hameno Bidu yang bermakna kesepakatan sekaligus perencanaan awal menuju pelaminan.

Tahap berikutnya merupakan Binor, yaitu pertukaran cenderamata yang dilanjutkan Mama Lulik atau peminangan. Seusai dipinang baru dilanjutkan ke tahap Mama Tebes. Ini ialah momen membicarakan tanggal nikah. Umumnya, Tari Bidu dibawakan dari 8 penari putri dan 2 penari putra.

Gerakan Tari Bidu bagi putra didominasi rentangan tangan dan memutar badan. Utk penari putri didominasi dari gerak lembut tangan. Berposisi kakinya jalan di tempat. Walaupun Tari Tebe serupa dengan Tari Ronggeng.

Pada zaman dahulu, Tari Tebe menjadi ungkapan kegembiraan kala Meo pulang da-ri medan perang. Tebe dibawakan dengan lantunan syair dan kananuk (pantun). Tari Tebe pernah memecahkan rekor MURI daripada Oktober 2015. Saat Itu itu, Tari Tebe dibawakan 4.601 penari. Memperingati HUT ke-99 Atambua, Belu, Tari Tebe dibawakan pelajar dan instansi terkait.

Sembari menari, mereka pun membentuk formasi angka 99. Walaupun Tari Likurai sempat mencuri perhatian di opening ceremony Asian Games 2018. Tari Likurai juga pernah masuk rekor MURI, Oktober 2017. Tarian ini dibawakan dari 6.000 penari di Bukit Fulan Fehan. Para penarinya ialah pelajar da-ri 3 kabupaten di zona crossborder NTT. LdquoAda banyak tarian yang disajikan di konser musik Malaka nanti. Beberapa memiliki background prestasi luar biasa.

Lengkap dengan karakter eksotisnya,” papar Ricky lagi. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Konser Musik Malaka & Kefamenanu bakal menjadi atraksi yang sayang untuk dilewatkan. LdquoBukan hanya atraksinya saja yang luar biasa. Aksesibilitas dan amenitas menuju Malaka pula bagus.

Kami tunggu Anda di Malaka. Enjoy Tanah Timor,” tutup Arief Yahya. ()