Buntut Panjang Konflik Bupati Dan Warga Desa Arongan – berita 2019

Info aktual Jumat Maret 2019 baca berita “Buntut Panjang Konflik Bupati Dan Warga Desa Arongan” Media berita terbaru dan terupdate detectifmaya.com

Ilustrasi Penganiayaan (detectifmaya.com/Andri Wiranuari)

detectifmaya.com, Aceh Tindakan spontan seorang polisi merangkap aide de camp (ADC) atau semacam ajudan berbuntut panjang. Anggota pengamanan tertutup (pamtup) ini menjadi tersangka atas dugaan penganiayaan.

Penetapan Aipda AD sebagai tersangka merupakan buntut peristiwa pada Rabu, 20 Februari silam. Kala itu Bupati Aceh Barat, Ramli, Ms, baru saja menghadiri musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di Kantor Camat Arongan Lambalek.

Tak lama kemudian, sejumlah masyarakat Desa Arongan yang kebetulan mendapat kabar Ramli berada di tempat itu berdatangan. Mereka ingin menagih janji Ramli perihal desa mereka yang direlokasi ke desa lain pascabencana gempa dan tsunami.

Permintaan ini demi menghindari konflik horizontal antarwarga karena sebagian masyarakat Desa Arongan tinggal di wilayah yang secara administrasi masuk dalam Desa Seuneubok Teungoh. Letak Desa Arongan sebelumnya atau saat ini disebut Arongan Lama berjarak 10 kilometer da-ri desa relokasi atau disebut Arongan Relokasi.

Ketika hendak menemui Ramli, masyarakat sebelumnya meminta camat memberitahu niat mereka ke pada bupati. Belakangan, camat bernama Sabirin mengadukan masyarakat dengan tudingan masyarakat mengamuk & berniat menggagalkan Musrenbang.

“Pak camat, jika nanti usai siap Musrenbang, tolong jumpai kami dengan bupati barang 15 menit saja untuk bilang masalah desa. Baik, jawab camat sesaat itu. Rupanya, camat tidak pernah menyampaikan niat kami kepada bupati,” tutur Leo (48), warga Desa Arongan kepada detectifmaya.com, akhir pekan kemarin.

Usai Musrenbang, warga Desa Arongan start berkerumun di halaman kantor camat.

Menurut bocoran berita warga Desa Arongan wa`ktu berjumlah kurang lebih 10 orang.

Ramli kabarnya enggan menemui dan menjawab secara asal-asalan saja pertanyaan warga. Dia lantas masuk ke dalam mobil dinas dengan kawalan ketat orang yg bertugas Pamtup.

“Bupati kala itu bilang, Arongan sana ya sana, Arongan sini, ya sini.

Kenapa begitu pak? Kawan saya bertanya. Kalau memang ngak boleh begitu, suka-suka kamulah kata bupati,” Leo mengulang kalimat bupati yang membuat suasana waktu memanas.

Suasana mulai tidak kondusif start warga dari desa lain yang penasaran ikut mengerumuni mobil bupati.

Saat itu, Aipda AD mengambil aksi spontan, diduga memukul bahkan mengacung-acungkan pistol ke warga.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Bagi aku, dalam hidup ini, hidup hanya sekali, cinta sekali dan matipun juga sekali. Maka tidak ada yang namanya mendua.

“Kebetulan sesaat itu, aku duduk terpisah. Saat orang-orang berkerumun.

Aku agak jauh. Pengakuan kawan-kawan, dikeluarkan pistol. Diacung-acungkan ke masyarakat,” ungkap Leo.

Sehari kemudian, tiga orang warga Desa Arongan, H (47), S (57) dan DG (29), melaporkan Aipda AD ke Polres Aceh Barat.

Mereka mengakui telah dipukul dan ditendang Pamtup itu di bagian kepala dan kaki.

Polres Aceh Barat belakangan melucuti senjata api (senpi) jenis revolver milik Aipda AD. Langkah ini diambil karena izin menggunakan senpi belum diperpanjang, serta yang bersangkutan diduga mengarahkan senpi ke warga sipil.

Polisi selanjutnya menetapkan Aipda AD sebagai tersangka & menjeratnya dengan Pasal 351 juncto Pasal 352 KUHPidana tentang penganiayaan.

Berkas seusai dilimpahkan ke jaksa penuntut umum daripada Jumat, 8 Maret 2019.

“Benar, Aipda AD seusai kami tetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka berdasarkan laporan korban,” ujar Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa via KBO Reskrim Ipda P Panggabean kepada detectifmaya.com, Akhir Pekan/sabtu malam (9/3/201).

2 da-ri 2 halamanSaling Tuding

Saling-menuding belakangan terjadi antara warga dan bupati. Warga mengaku dianiaya serta diintimidasi dengan pistol, sebaliknya, bupati mengakui kepada media jika dirinya hendak dibunuh.

Camat Arongan Lambalek, Sabirin mendukung bupati dengan melaporkan warga Desa Arongan ke polisi. Selain menuding masyarakat anarkis, camat menyebut masyarakat melakukan penghinaan, namun, sampai saat ini tidak ada kabar lanjutan perihal laporan camat.

Pernyataan bupati & camat mendapat respon. Warga berang lantas melakukan konferensi pers karena menilai ada upaya menggiring opini publik melalui media perihal insiden yang melibatkan mereka.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Ketika mencintai seseorang, cintailah apa adanya. Jangan berharap dia yang sempurna, karena kesempurnaan adalah ketika mencinta tanpa syarat.

“Mana ada mengancam bupati Cuma ingin meminta penjelasan soal desa.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Kadang kamu harus melepaskan, bukan karena tak cinta, tapi karena kamu lebih mencintai dirimu yg terus terluka.

Yang di berita itu tak ada” tegas Leo.

Riki Yuniagara, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pos Meulaboh mengapresiasi langkah kepolisian menetapkan Aipda AD sebagai tersangka. Kuasa hukum yang dipercaya mendampingi warga dalam kasus ini berharap hukum berlaku bukan pandang bulu.

“Apalagi, sepeti diberitakan. Kalau AD menggunakan senjata api di sesaat bersamaan senpi telah habis izin penggunaan, itu menjadi senjata terlarang.

Apalagi saat kejadian pula digunakan yang bersangkutan. Perlu dikontrol, proses hukum. Baik yang pidana, maupun yang melanggar kode etik,” ucap Riki.

Menurut Riki, masyarakat yang menolak tinggal di desa relokasi seusai lama meminta bupati menindaklanjuti permintaan mereka agar administrasi desa dipindah ke Arongan Lama.

Permintaan itu usai sejak 2007, sesaat Ramli menjabat pertama kali sebagai bupati.

“Sudah beberapa kali surat dikirimkan dari tahun sejak bupati menjabat periode pertama, hingga terakhir permohonan 2018. Ada dualisme wilayah. Harusnya diselesaikan terkait administrasi. Ini malah Pjs.

Kepala desa diangkat dari desa relokasi. Itu berpotensi memunculkan konflik baru,” kata Riki.

Simak pula video pilihan berikut ini:



Kawasan Wih Pesam yang berada di dataran Gayo memang kerap dilanda cuaca ekstrem dalam sepekan ini.