KPU Sebut 17,5 Juta Pemilih Bermasalah Laporan BPN Seusai Berstatus Wajar – berita 2019


Komisioner KPU RI, Viryan membacakan hasil rekapitulasi DPT tingkat nasional saat rapat pleno di Jakarta, Wednesday/rabu (5/9). Rapat pleno dihadiri perwakilan partai politik peserta Pemilu 2019. (detectifmaya.com/Helmi Fithriansyah)

detectifmaya.com, Jakarta Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Viryan Aziz mengatakan, 17,5 juta data di DPT yang dilaporkan janggal dari Badan Pemenang Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sudah berstatus wajar.

Hal itu ia katakan sudah pihaknya melakukan verifikasi terhadap data tersebut.

“Data pemilih 17,5 juta adalah wajar & apa adanya karena regulasi atau kebijakan pencatatan sipil. Temuan lapangan menguatkan hal tsb dan 1.604 sampel, 1.584 (98,75 ) terverifikasi faktual ada orangnya. Sebanyak 20 sampe (1,25 ) bukan ada orangnya & telah dicoret,” kata Viryan di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Monday/senin (15/4/2019).

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Mereka yang menolak kebebasan kepada orang lain, maka kebebasan itu tak layak pula untuk dirinya

Viryan menyebut, 17,5 juta adalah jumlah pemilih yang memiliki tanggal dan bulan lahir 1 Januari, 1 Juli, & 31 Desember yang menjadi bagian da-ri DPTHP-2 Pemilu 2019 yang diduga bermasalah.

“Terhadap dugaan DPT 17,5 juta bermasalah, KPU telah menyelesaikan dengan berkoordinas dengan Dukcapil dan telah dijelaskan bahwa pencatatan administrasi kependudukan awal thn 1970-an dan saat menggunakan SIMDUK sebelum thn 2004, semua penduduk yang lupa atau tak tahu tanggal lahirnya, ditulis 31 Desember. Mulai berlakunya SIAK tahun 2004, penduduk yang lupa atau ngak ingat tanggal lahirnya, ditulis 1 Juli,” bebernya.

Selain itu, pihaknya pula melakukan verifikasi faktual oleh KPU Kabupaten/Kota terhadap tiga kelompok data tersebut secara acak dan sederhana. Setiap KPU Kabupaten/Kota mengambil sampel dengan cara pengundian dihadiri perwakilan TKN 01, BPN 02 dan Bawaslu.

“Hasil verifikasi faktual dari total sampel 1.604 pemilih sebanyak 1.405 (87,59 ) ada & data benar, 105 (6,55 ) ada & data diperbaiki, 74 (4,61 ) ada dan data kependudikan belum cetak/hilang, 16 (1 ) ada & data ngak memenuhi syarat , 4 (0,25 ) bukan ada & data bukan memenuhi syarat,” jelasnya.

“KPU melakukan FGD dengan ahli demografi & statistik da-ri Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, & Universitas Gajah Mada,” sambung Viryan.

2 dari 3 halamanLaporan BPN Prabowo

Petugas KPU DKI membuka stan pendaftaran daftar pemilih tetap (DPT) di kawasan Car Free Day, Jakarta, Hari Minggu (21/10).

Pendaftaran ini dibuka hingga 28 Oktober dengan syarat membawa fotocopy e-KTP & Kartu Keluarga. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya, Direktur Media & Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo mempersoalkan data 17,5 juta DPT dimiliki KPU.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Cinta bukanlah penuntutan, penguasaan, pemaksaan, dan pengintimidasian. Tak lain itu hanyalah cara manusia mendefinisikannya. Karena cinta adalah perjuangan, pengorbanan, tanggungjawab, kejujuran, dan keikhlasan.

Menurut penelusuran timnya, ada kejanggalan & harus segera diperbaiki.

Kejanggalan yang ditemukan seperti mereka yang lahir daripada satu tanggal dengan jumlah sangat besar. Khususnya, 1 Juli dan 31 Desember. Selain itu, BPN Prabowo-Sandiaga pula mendesak KPU utk menyoroti rentang usia pemilih di angka 17 & 90 thn yang masuk dalam dugaan 17,5 juta DPT invalid.

Sedangkan, Barisan Masyarakat Peduli Pemilu Adil & Berintegritas (BMPPAB) menuntut dihapusnya 17,5 DPT diduga invalid. Barisan ini terdiri dari, Amien Rais, Bactiar Nasir, Chusnul Mariyah, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

“Terutama yang invalid & manipulatif. Itu masih ada waktu.

Sekarang, di setiap TPS pun usai ada nama-namanya. Tinggal nama-nama itu dihapus,” kata Fadli Zon.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi dan pernyataan sikap bertema DPT Bermasalah: Pemilu 2019 Berpotensi Chaos di Ruang Komisi II, Gedung DPR RI Jakarta, Selasa 9 April 2019.

3 da-ri 3 halamanSaksikan video pilihan di bawah ini:


Pemilihan anggota legislatig, DPD, dan pemilihan Presiden semakin dekat. Kamu udah cek masuk ke daftar pemilih tetap belum?


Leave a Reply