Prediksi Skenario Aksi Bank Mandiri Akuisisi Bank Permata – berita 2019


Ilustrasi Bank

detectifmaya.com, Ibukota Indonesia Rencana akuisisi Bank Permata oleh PT Bank Mandiri dinilai akan membuat sinergi yang baik bagi kedua bank tersebut. Tindakan korporasi ini pula sejalan dengan kebijakan pemerintah, tentang single presence policy (aturan kepemilikan tunggal) yang bertujuan agar perbankan Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.

Praktisi hukum perbankan dari Dentons HPRP, Giovanni Mofsol Muhammad, menyampaikan, bahwa aksi korporasi yang dilakukan bank-bank gede dipicu aturan kepemilikan tunggal tersebut, sepeti akuisisi, merger bahkan exit-nya beberapa investor asing da-ri bank-bank lokal, karena mereka ngga boleh memiliki beberapa bank.

“Ini semua dilakukan dari pemerintah, dalam hal ini OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dengan tujuan untuk memperkuat bank-bank di Indonesia.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Kalau masa depanku gelap, jelas lebih baik aku menghadapinya layaknya seorang laki-laki, daripada berusaha mencerahkannya dengan imajinasi-imajinasi yang sia-sia.

Jadi Indonesia tak perlu mempunyai bank-bank terlalu banyak, tapi hanya beberapa bank dengan aset, pendanaan, dan penguasaan pasar yang cukup kuat, sehingga mampu bersaing dengan baik di pasar internasional,” jelas Giovanni dalam keterangannya, Monday/senin (15/4/2019).

Peraturan tentang single presence policy, atau kepemilikan tunggal daripada perbankan Indonesia diatur dalam Peraturan OJK No. 39/POJK.03/2017.

Saat ini Bank Mandiri telah menyelesaikan proses due diligence atau uji tuntas dan sedang memasuki proses negosiasi dengan pemegang saham pengendali Bank Permata.

Menurut Giovanni, karena hari ini Bank Mandiri sudah memiliki Bank Mandiri Taspen, ada beberapa opsi yang harus dicermati dalam aksi korporasi ini, yaitu pertama, penggabungan, kedua, dibentuknya holding company bank, dan yang ketiga, fungsi holding.

“Untuk yang pertama, Bank Mandiri Taspen digabungkan dengan bank Permata.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Terkadang, menangis hanya membuat matamu setingkat lebih jernih sebelum melihat kebahagiaan.

Kemudian, untuk opsi membentuk holding company berarti nanti Bank Mandiri sebagai holding bakal membawahi bank Mandiri Taspen & Permata, atau Mandiri berfungsi sebagai holding & menurunkan fungsi bank Mandiri ke operasional, satu lagi opsi, bisa pula dengan membentuk fungsi holding di Bank Mandiri melalui pembentukan divisi holding. Divisi ini yang akan melakukan sinkronisasi bisnis antara tiga bank tersebut,” paparnya.

Giovanni menambahkan bahwa aturan kepemilikan tunggal ini, bertujuan agar ngga terjadi overlap market & diharapkan perusahaan-perusahaan yang sudah melakukan single presence policy dapat bersaing di pasar global maupun lokal.

“Hukum Anti Monopoli & Persaingan Usaha Ngga Sehat mesti diperhatikan. Bank Mandiri hari ini termasuk dalam bank kategori BUKU 4, bersama BRI & BCA. Bakal tetapi masing-masing punya segmentasinya sendiri, sehingga tak bisa dikatakan menguasai pasar dominan atau melanggar UU Anti Monopoli,” jelas dia.

Namun dia melanjutkan, terdapat ketentuan dari UU Anti Monopoli & Persaingan Tidak Sehat, yang mewajibkan bank untuk melakukan pemberitahuan.

“Khusus dari-pada aksi korporasi akuisisi atau merger bank dengan nilai di atas 20 Triliun rupiah, wajib melakukan pemberitahuan kepada Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Selama hal itu dilakukan, maka ngga akan melanggar UU Anti Monopoli,” dia menandaskan

2 dari 3 halamanMenakar Prospek Bank Mandiri Jika Akuisisi Saham Permata

Ilustrasi Bank Dunia (detectifmaya.com/Andri Wiranuari)

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memberikan penjelasan ke pada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai rencana akuisisi saham Bank Permata. Bank Mandiri menegaskan, rencana akuisisi tsb merupakan ekspansi bisnis.

Mengutip laporan keterbukaan information BEI, sepeti ditulis Jumat (12/4/2019), Senior Vice President PT Bank Mandiri Tbk, Rohan Rafas menuturkan, rencana akuisisi saham COMPANY Bank Permata Tbk merupakan ekspansi bisnis secara anorganik.

“Menindaklanjuti rencana perseroan untuk melakukan ekspansi bisnis se-cara anorganik, maka Perseroan melakukan kajian termasuk melakukan kegiatan-kegiatan dengan beberapa pihak,” tulis dia dalam keterbukaan info BEI.

Rohan menyatakan, hingga kini belum terdapat hal-hal yang menurut peraturan perundang-undangan harus disampaikan ke pada publik.

Sementara itu, analis menilai rencana akuisisi saham Bank Permata oleh PT Bank Mandiri Tbk bakal mendongkrak aset Bank Mandiri. Selain itu juga dapat memperluas ekspansi kredit Bank Mandiri.

Kepala Riset PT RHB Sekuritas Indonesia, Henry Wibowo menuturkan, jikalau Bank Mandiri akuisisi saham Bank Permata bakal mendorong Bank Mandiri terbesar di Indonesia dilihat da-ri aset perbankan.

“Jika Bank Mandiri akuisisi Bank Permata, Bank Mandiri bakal menjadi bank terbesar di Indonesia (in term of asset) karena sekarang Bank Mandiri adalah bank kedua terbesar setelah BRI,” ujar Henry lewat pesan singkat yang diterima detectifmaya.com.

Melihat laporan keuangan yang disampaikan ke BEI, COMPANY Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masih memimpin sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia mencapai Rp 1.296 triliun dari pada 2018. Kemudian disusul PERUSAHAAN Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan aset Rp 1.202 triliun dari-pada 2018.

Selanjutnya PT Bank Central Asia Tbk dengan aset Rp 824,78 triliun. Selain itu, PERUSAHAAN Bank Bang-sa Indonesia Tbk (BBNI) dengan aset Rp 808,57 triliun & PT Bank Tabungan Bang-sa Tbk (BBTN) dengan aset Rp 306,43 triliun.

Selain berpotensi menjadi bank terbesar dengan akuisisi, Henry menilai keuntungan lain yang didapatkan Bank Mandiri memperoleh sinergi dari penyaluran kredit small medium enterprice (SME) Bank Permata yang sudah kuat.

Meski demikian, Henry menuturkan, hal yang harus diperhatikan ialah valuasi dari akuisisi saham Bank Permata tersebut. “Jika valuasi Permata di bawah multiple price book value (PBV) Bank Mandiri, harusnya itu akan bagus & diterima baik dari investor Bank Mandiri,” ujar dia.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tak akan pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa.

3 dari 3 halamanSelanjutnya

Analis Artha Sekuritas Indonesia, Frederik Rasali menuturkan, rencana akuisisi saham Bank Permata dari PT Bank Mandiri Tbk dapat meningkatkan kanal distribusi kredit. PERUSAHAAN Bank Mandiri Tbk sebelumnya fokus dari pada kredit korporasi & ingin menggenjot kredit di segmen konsumer.

Akan tetapi, segmen konsumer sendiri, PERUSAHAAN Bank Mandiri Tbk hanya kuat di kredit pemilikan rumah (KPR). Padahal menurut Frederik, Bank Permata cukup kuat di kredit konsumer se-cara keseluruhan.

“Jadi akuisisi tsb memiliki dampak perluasan pagsa pasar kredit konsumer,” ujar dia.

PT Bank Mandiri Tbk membukukan laba bersih naik 21,1 persen menjadi Rp 25 triliun dari pada 2018. Laba itu pula ditopang pendapatan bunga bersih & premi bersih naik 5,28 persen menjadi Rp 57,3 triliun.

Pendapatan non bunga naik 20,1 persen menjadi Rp 28,44 triliun.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Tidak ada seorang pun yang akan membuatmu kecewa kecuali kamu sendiri yang mengizinkannya.

Kredit Bank Mandiri menguat 12,4 persen menjadi Rp 820 triliun.

Pada 2018, perseroan membukukan pertumbuhan kredit didorong dua segmen yaitu korporasi dan ritel terutama kredit mikro & konsumer. Dari Pada 2018, pembiayaan segmen korporasi mencapai Rp 325,8 triliun atau naik 23,3 persen.

Kredit segmen ritel tumbuh 10,52 persen menjadi Rp 246,6 triliun.

Untuk segmen mikro, perseroan membukukan kredit tumbuh 23 persen menjadi Rp 102,4 triliun. Walaupun kredit konsumer yang disalurkan Bank Mandiri mencapai Rp 87,4 triliun daripada 2018.

Kredit tersebut tumbuh 11,6 persen.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Kekecewaan adalah cara Tuhan tuk mengatakan. Bersabarlah, Aku punya sesuatu yg lebih baik untukmu.

Selain itu, Bank Mandiri salurkan kredit usaha rakyat (KUR) naik 100,11 persen dari target menjadi Rp 17,58 triliun.

Hingga Desember 2018, perseroan menyalurkan KUR Rp 65,91 triliun.

Sementara itu, COMPANY Bank Permata Tbk membukukan laba bersih tumbuh 20 persen year on year (YoY) menjadi Rp 901,25 miliar daripada 2018. Perseroan mencatatkan kredit tumbuh 9 persen se-cara YoY menjadi Rp 106,6 triliun pada 2018 dari periode sebelumnya Rp 97,6 triliun.

Kredit tsb disumbangkan da-ri dua segmen bisnis Bank Permata yaitu ritel banking sebesar 9 persen & wholesale banking 10 persen. Perseroan juga menjaga rasio kredit bermasalah atau NPL dengan rasio NPL gross & NPL net per Desember 2018 membaik menjadi 4,4 persen dan 1,7 persen dari pada 2018.


Leave a Reply