Tinja Bisa Digunakan Utk Atasi Depresi? – berita 2019

Kabar terbaru indonesia mengenai “Tinja Bisa Digunakan Utk Atasi Depresi?” dan disajikan dengan beda hanya di detectifmaya.com,

Ilustrasi depresi. (iStockphoto)

detectifmaya.com, Jakarta Tinja bisa mengobati depresi?

Para ilmuwan menemukan dengan memindahkan tinja bisa membantu mengobati gangguan kejiwaan seperti depresi. Namun tinja yang dimaksud dengan cara yang bersih, yakni transplantasi feses.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry menunjukkan bahwa pada hewan, transplantasi bakteri usus da-ri subjek yang tidak stres, dengan mereka yang terpapar stres dapat memperbaiki kondisi mental.

Menurut peneliti, penemuan ini bisa membantu mengatasi gangguan kejiwaan manusia dengan pengobatan probiotik.

“Pada tikus yang menunjukkan perilaku tipe depresi dalam uji laboratorium, kami menemukan stres mengubah microbiome-populasi bakteri dalam usus-mereka,” kata Seema Bhatnagar, ketua peneliti & ahli saraf di Departemen Anestesiologi & Perawatan Kritis di Childrens Hospital Philadelphia (CHOP), seperti dilansir Medicaldaily.

2 da-ri 3 halamanKeterkaitan antara otak & usus

Sebelum penelitian, diketahui otak dan usus saling mempengaruhi. Dari-pada manusia, pasien dengan gangguan kejiwaan memiliki mikroba usus yang unik dalam tubuh mereka dibandingkan dengan mikroba pada individu yang sehat.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Tuhan tidakkan berikan cobaan melebihi kemampuanmu. Ketika putus asa, ingatlah, jika Tuhan memberinya padamu, Dia akan membantumu melewatinya.

Dan untuk penelitian ini, tim ilmuwan menganalisis mikrobioma fekal tikus stres, tikus tangguh, kelompok kontrol yang tidak stres dan kelompok plasebo. Hasil menunjukkan, subjek hewan dengan masalah mental memiliki proporsi bakteri tertentu yang lebih tinggi, seperti Clostridia, dari-pada kelompok lain.

Kelompok yang stres kemudian memperoleh transplantasi tinja dari tiga kelompok donor sehat yang tidak pernh mengalami stres.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Ketidakutan terbesar dalam hidupku bukan kehilanganmu, tapi melihat dirimu kehilangan kebahagiaanmu.

Para peneliti menemukan mikrobioma asing mengubah perilaku depresi dari-pada penerima.

3 dari 3 halamanTransplantasi tak berdampak sama terhadap kecemasan

Namun, transplantasi ngga menyebabkan perubahan dalam perilaku tikus yang cemas. Tim menyarankan perilaku tipe depresi lebih diatur oleh mikrobioma usus, sementara perilaku tipe kecemasan mungkin dipengaruhi dari perubahan aktivitas saraf yang dihasilkan oleh pengalaman stres.

Tim peneliti mengatakan masih lebih dari satu penelitian yang harus dilakukan untuk mengetahui lebih dalam lagi interaksi microbiome-otak utk mengobati gangguan kejiwaan manusia.