Terjerat Kasus Makar, Hendropriyono Minta Kivlan Zen Ikuti Proses Hukum – berita 2019


Hendropriyono mundur dari jabatan itu setelah merasa berhasil mengantarkan PKPI maju di Pemilu 2019. (detectifmaya.com/Nafiysul Qodar)

detectifmaya.com, Ibukota Indonesia Mantan Kepala Badan Intelijen Bangsa (BIN) Hendropriyono mengomentari kasus dugaan makar yang menyeret mantan Kepala Staf Kostrad ABRI, Kivlan Zen. Dia mengatakan, siapapun warga Indonesia di wajibkan mengikuti aturan hukum, sekalipun mantan tentara.

“Kalau pensiunan kan seusai bukan tentara, itu seusai sipil sepeti saya, rakyat biasa. Jadi, kita sesuai hukum,” ujar Hendropriyono sudah menghadiri buka puasa bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo di kediamannya, Jalan Widya Candra III, Ibukota Indonesia Pusat, Monday/senin (13/5/2019).

Hendro pun meminta Kivlan menaati & mengikuti proses hukum yang berlaku.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tak akan pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa.

“Kalau ada pelanggaran hukum, ya konsekuen. Jika tidak ya tidak,” kata Hendro.

Sebelumnya, Kivlan Zen memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan makar.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Dalam hidup ini, mungkin kamu tak cukup baik bagi semua orang, namun kamu akan selalu jadi yg terbaik dimata sahabatmu.

Kivlan dicecar 26 pertanyaan saat diperiksa selama sekitar 5 jam.

Ikuti perkembangan Real Count Pilpres 2019 yang dihitung KPU di tautan ini

2 da-ri 3 halamanBantah Makar

Mantan Kas Kostrad Kivlan Zen melambaikan tangan sesaat akan menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/5/2019). Kivlan Zen dipanggil penyidik Bareskrim terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong & makar. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Mantan Kepala Staf Kostrad ABRI, Kivlan Zen diperiksa oleh Bareskrim Polri atas tuduhan makar.

Kivlan menolak tuduhan tersebut.

Menurut purnawirawan ABRI kelahiran Langsa, Aceh itu, dirinya tidak memiliki niatan untuk makar. Karena ia ngga memiliki senjata serta pasukan.

“Tidak benar bakal makar.

Saya tidak punya senjata, saya tidak punya pengikut yang bawa pasukan bersenjata, & saya bukan menyatakan bahwa kita mesti membentuk pemerintahan baru,” ujar Kivlan saat hendak menghadiri pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru, Ibukota Indonesia Selatan, Senin (13/5/2019).

Kivlan merasa dirinya hanya mengemukakan pendapat yang dijamin oleh konstitusi Indonesia.

“Untuk merdeka (membuat bangsa serta pemerintah baru) buat bang-sa itu mesti ada pemerintahan, ada rakyat, ada kekuatan bersenjata, ada kedaulatan,” kata Kivlan.

Di sana, Kivlan juga menyampaikan bahwa seruan terkait diskualifikasi Paslon 01, Jokowi-Maruf dari pada Pemilu 2019 dilakukan atas dasar pandangannya yang menganggap Paslon 01 berbuat curang.

Seruan tsb diketahui dalam acara “We Donrsquot Trust” yang digagas sejumlah tokoh pendukung Prabowo-Sandi.

“Termasuk KPU, termasuk undang-undang, jikalau dia melanggar Undang-Undang tentang Pemilu kan boleh itu dia diskualifikasi atau dilikuidasi. Maksud saya dilikuidasi itu menganulir, ya toh,” ucap Kivlan.

“Karena apa? Karena kalau mereka mengatakan berbuat kesalahan, dan saya sampaikan itu berbuat kesalahan, ada kecurangan-kecurangan, kemudian terbukti ada paslon 01 bagi-bagi uang, bagi-bagi sembako, dan semuanya termasuk ASN mendukung itu kan pelanggaran undang-undang,” sambungnya.

Reporter: Intan Umbari

3 dari 3 halamanSaksikan video pilihan di bawah ini:


Mantan Kastaf Kostrad Kivlan Zein penuhi panggilan polisi., Kivlan dipanggil sebagai saksi terkait kasus dugaan makar. Mantan Kastaf Kostrad ini datang ke Mapolda Metro Jaya didampingi oleh pengacaranya.