Viral Foto Tahlilan Di Rumah Masyarakat Non-Muslim, Ini Kisah Di Baliknya – berita 2019


Tahlilan digelar di rumah warga non muslim (Sumber: Facebook/Amran Sopoh)

detectifmaya.com, Jakarta Lazimnya, tahlilan digelar daripada Kamis malam utk mendoakan mendiang keluarga ataupun tetangga yang sudah meninggal. Tahlilan dapat digelar di masjid maupun rumah warga dengan menyediakan makanan atau snack sebagai wujud terima kasih ke pada orang-orang yang telah hadir utk mendoakan.

Namun, ada satu pemandangan yang tidak biasa dari foto yang baru-baru ini viral di media sosial. Pasalnya, dalam foto tersebut terlihat para tamu yang sedang melangsungkan tahlilan di kediaman masyarakat non Muslim.

Foto tersebut diunggah di Facebook oleh akun Amran Sopoh daripada Kamis malam, (9/5/2019). Tampak jam dinding dengan design salib dan lukisan foto Yesus Kristus yang dipajang di tembok rumah berwarna kuning itu.

Dalam unggahannya, Amran Sopoh menuliskan,

“Selamat hari Jumat & selamat berpuasa Beberapa orang mungkin menganggap pemandangan ini cukup janggal. Namun, bagi kami di Malaysia Timur, pemandangan ini merupakan hal biasa. Yang memimpin tahlilan merupakan orang Kelantan, yang mengambil foto merupakan orang Terengganu, walaupun yang lain ialah orang-orang dari Johor da-ri Malaysia Barat.” Tulis Amran.

2 dari 3 halamanTahlilan digelar untuk mendoakan seorang mualaf

Salam Jumaat Dan selamat berpuasa.Mungkin Ada yg pelik dgn gambar Ni tetapi bagi kami di MALAYSIA TIMUR ini adalah…

Posted by Amran Sopoh on Thursday, 9 May 2019

Melihat hal tersebut, beberapa pengguna Facebook tampak menyetujui pernyataan Amran dalam statusnya. Kejadian tersebut nampaknya ialah hal yang umum terjadi di Sabah, Malaysia.

Pasalnya, lebih dari satu warga multirasial serta dengan keyakinan berbeda di beberapa keluarga di Sabah.

Muhamad Uzzair Yusof merupakan salah satu pria yang hadir dalam tahlilan tersebut. Muhamad Uzzair menceritakan bahwa ia & rekan-rekannya dari Kent Teachers Training College diundang untuk menggelar tahlilan untuk seorang mualaf yang telah meninggal yang berasal da-ri keluarga beragama Kristen.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Masalah terbesar wanita adl mengingat terlalu banyak, sdgkn masalah terbesar pria adl melupakan terlalu cepat.

Keluarga almarhum meminta Muhammad Uzzair & rekannya utk mendoakan putranya yang memeluk agama Islam sebelum meninggal dunia. Akhirnya, tahlilan yang identik dengan agama Islam digelar di rumah masyarakat non-Muslim di Kota/city Tinggi, Johor, Malaysia.

Dikutip detectifmaya.com dari The Star Online, Senin, (13/5/2019), Muhamad Uzzair mengimbuhkan bahwa perbedaan agama & ras ngga jadi penghalang utk berbuat baik.

“Agama mengajarkan kita untuk mencintai satu sama lain.

Kami ingin warga membuka pikiran mereka & sadar bahwa persatuan bermula dari rumah masing-masing. Hal ini benar-benar berlaku di Sabah.” Ungkap Uzzair.

3 dari 3 halamanUngkapan terima kasih dari keluarga almarhum

Tahlilan digelar di rumah masyarakat non muslim (Sumber: Facebook/Amran Sopoh)

Unggahan Amran Sopoh sontak viral dan menarik perhatian lebih dari satu orang di Facebook. Hingga kini, statusnya itu telah dibagikan lebih dari 600 kali dan dibanjiri ratusan komentar.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Jika kamu gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus kamu lakukan, coba lagi!!!!

Salah satunya komentar dari adik almarhum yang mengucapkan rasa terima kasihnya ke pada semua orang yang telah mendoakan kakaknya yang telah tiada.

Akun bernama Sue Nella Farrah Bee menuliskan,

“Terima kasih untuk yang komen positif. Saya adik bungsu almarhum mengucapkan jutaan terima kasih atas bantuan yang ikhlas da-ri semua orang yang melafalkan tahlil utk almarhum kakak saya yang ke 7 hari. Semoga arwahnya diberkahi rahmat dan ditempatkan di lokasi yang semestinya.

Semoga berkat Allah melimpah buat saudara semua.”