Sisi Lain Facial Vampire Yang Bahaya Untuk Kesehatan – berita 2019


Perawatan kulit seperti facial bisa Anda coba untuk mendapatkan kulit wajah cantik dan sehat. (Foto: iStockphoto)

detectifmaya.com, Jakarta Facial vampire atau yang lebih dikenal facial darah menjadi trend sesudah Kim Kardashian mengunggah foto wajahnya yang berdarah di Instagram pada 2013. Namun, beberapa wa`ktu lalu Departemen Kesehatan New Mexico merilis pernyataan bahwa dua orang dan mungkin lebih lebih dari satu lagi, diduga tertular HIV akibat praktik yang tidak aman di spa di Albuquerque.

Keduanya pernh melakukan facial yang dikenal dengan facial plasma kaya platelet (PRP). Ini merupakan perawatan kosmetik dengan mengambil darah seseorang dari vena di lengan, memisahkan plasma kuning, dan kemudian menyuntikkan cairan pucat kembali ke wajah mereka.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Lebih baik digigit oleh seorang sahabat daripada dicium oleh seorang musuh.

Penelitian pernah menunjukkan prosedur berdarah sepeti perawatan wajah telah terbukti meningkatkan tekstur kulit dari pada orang dengan jaringan parut jerawat, dan meremajakan kulit dengan menambal kulit kendur di bawah mata & wajah-wajah yang rusak karena sinar matahari.

Tetapi masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

Di samping kelebihannya, facial vampire rupanya berbahaya bila tidak diberikan oleh dokter kulit bersertifikat, seperti yang terjadi di New Mexico.

“[Perawatan] ini tampaknya sangat biasa akhir-akhir ini sehingga orang lupa bahwa ini ialah prosedur medis yang nyata,” kata Anthony Rossi, dokter kulit bersertifikat di Memorial Sloan Kettering Cancer Center di New York mengutip laman Popsci.

2 dari 3 halamanCara Kerja Facial Vampir

Facial vampire ini bisa berbahaya kalau tidak dilakukan sesuai prosedur medis.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Terkadang, lebih baik mengalah, bukan karena kamu salah, tapi karena dengan mengalah, kamu tak kehilangan dia yg kamu cinta.

Menurut Rossi, cara kerja facial ini, pertama pasien diambil darahnya sepeti yang dilakukan ketika tes medis atau donor darah.

Setelah itu, dokter, perawat, atau pegawai spa memasukkan darah itu ke dalam botol dan memasukkan cairan ke dalam mesin yang disebut centrifuge yang memutarnya dengan kecepatan yang sangat cepat untuk memisahkan sel-sel darah merah da-ri plasm.

Rossi menjelaskan, plasma itu melakukan lebih dari satu hal, seperti mencerahkan warna kulit karena mengandung senyawa yang disebut faktor pertumbuhan yang bagus utk penyembuhan luka, & bahkan dapat mengubah bentuk kulit & jaringan parut menjadi lebih baik.

Selanjutnya, plasma itu yang biasanya berwarna krem 82038203jernih masuk ke jarum suntik dan disuntikkan ke wajah pasien. Untuk hasil yang paling nyata, dokter kulit & karyawan spa pula menggunakan plasma sebagai serum, dan memaksanya untuk meresap lebih dalam ke lapisan jaringan kulit dengan melakukan sesuatu yang disebut microneedling.

Pada proses ini menggunakan alat seperti pena atau alat dengan beberapa jarum kecil yang bergulir di wajah sehingga membuat ratusan tusukan mikroskopis dari pada wajah pasien.

Luka-luka kecil itu meningkatkan respon di tubuh sehingga menjadi efektif, menyebabkannya mensintesis kolagen molekul yang gemuk dan licin yang bertanggung jawab atas kulit yang tampak muda dan memperbaiki jaringan parut dengan bantuan faktor pertumbuhan plasma tersebut.

3 dari 3 halamanDisukai pasien

Rossi mengatakan pasien menyukai wajah vampire & perawatan microneedling lainnya karena, padahal Anda terlihat seperti vampir dengan banyak darah selama kurang lebih satu ha-ri atau lebih, Anda kembali normal (atau bahkan lebih baik) dalam waktu itu sekitar satu minggu.

Tetapi, sekali lagi, jangan menganggap sepele prosedur tersebut. “Kulit berfungsi sebagai salah satu penghalang utama kita terhadap penyakit,” katanya.

“Ketika Anda menusuknya, Anda membiarkan segala sesuatunya melintas,” ujarnya. Hal itu menempatkan Anda dari pada risiko infeksi.

Plus, darah mesti disimpan & ditransfer ke lebih dari satu wadah selama proses wajah ini. Jikalau penyakit sepeti HIV atau hepatitis C atau B mengintai di dalam sampel darah, dan wadah-wadah tersebut tidak dibuang atau disanitasi dengan baik, ngak mustahil bahwa orang yang tidak terinfeksi dapat dengan mudah tertular infeksi di beberapa titik selama perawatan wajah mereka.

Rossi menjelaskan mungkin saja darah & plasma di beberapa spa dan salon ngga dilabeli dengan ketat, yang menyebabkan karyawan memberikan darah ke wajah pelanggan lain.

Spa di Albuquerque ditutup dari pada September tahun lalu setelah inspeksi Departemen Kesehatan New Mexico mengidentifikasi praktik berbahaya mereka.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Kau datang di saat ke egoisan akan cinta tengah mendera. Membawa cahaya dan kedamaian, membuatku tidak mudah menyerah ununtuk merengkuh kisah cinta bersamamu

Meski begitu, Rossi mendesak siapa pun yang melakukan prosedur apa pun yang melibatkan darah & jarum di wajah, cobalah mencari perawatan dari dokter kulit bersertifikat, ngga karyawan spa.

“Kita hanya mesti berhati-hati siapa yang melakukannya.”