Inalum Lirik China Jadi Mitra Pengolahan Logam Tanah Jarang – berita 2019

Berita-berita terbaru 2019 di indonesia, ikut baca berita “Inalum Lirik China Jadi Mitra Pengolahan Logam Tanah Jarang” dan disampaikan dengan lengkap hanya di detectifmaya.com.

Direktur Utama PERUSAHAAN Inalum (Persero) Budi Gunadi. (detectifmaya.com/Angga Yuniar)

detectifmaya.com, Ibukota Indonesia PERUSAHAAN Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) bakal menggalakan pengelolaan mineral logam tanah jarang, dengan menggandeng China sebagai pihak yang telah berpengalaman melakukannya.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini Inalum sedang melakukan penelitian mengenai pengembangan pengelolaan logam tanah jarang di Indonesia, termasuk mencari mitra untuk membangun pabrik & mitranya.

“Itu kan arahan pak presiden. Sekarang lagi riset-riset.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Jika kamu memiliki keinginan untuk memulai, kamu juga harus mempunyai keberanian dan keinginan ununtuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.

18 bulan itu kita udah mutusin pabriknya, kerja sama dengan siapa,” kata Budi, di Jakarta, Wednesday/rabu (10/7/2019).

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Anugerah terindah adalah ketika kita masih diberikan waktu untuk berkumpul bersama orang-orang yang kita sayangi.

Budi mengaku, sedang melirik China utk dijadikan acuan & mitra dalam mengelola logam tanah jarang. Sebab bang-sa Tirai Bambu tersebut telah berpengalaman & mudah diajak bekerjasama melakukan pengolahan logam tanah jarang.

“Yang maju itu Cina sama Jepang, hanya jika Jepang agak susah sharing,” tuturnya.

Budi melanjutkan, China pula sebagai penghasil terbesar produk olahan logam tanah jarang di dunia, menjadikan pasokan produk olahan logam tanah jarang sebagai senjata perang dagan dengan Amerika Serikat (AS).

Untuk diketahui, produk hasil pengolahan logam tanah jarang dimanfaatin sebagai bahan baku perangkat elektronik sepeti komponen komputer & alat telekomunikasi, komponen instalasi nuklir dan perangkat ruang angkasa.

“Kayak Amerika sama Jepang sekaran tersandera kalau mereka (Cina) berhenti berproduksi,” tandasnya.

2 da-ri 4 halamanInalum Jajaki Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M Soemarno melakukan kunjungan ke China utk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China.

Dok BUMN

Menteri BUMN Rini M Soemarno melakukan kunjungan ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China. Kunjungan ini demi mempercepat terealisasinya hilirisasi tambang di Indonesia.

Turut mendampingi Direktur Utama COMPANY Inalum (Persero) Budi G. Sadikin, Sekretaris Menteri BUMN Imam A Putranto & Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, & Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei & Konsultan, Kementerian BUMN, Gatot Trihargo dan Staf Khusus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro.

“Percepatan hilirisasi industri tambang mesti segera dilakukan. Ini untuk kepentingan rakyat dan bangsa, semakin tinggi nilai tambah produk tambang kita, semakin gede manfaat yang dapat dirasakan dari seluruh rakyat.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Hidup tidak bisa lebih baik tanpa ada cinta, tapi cinta dengan cara yang salah akan membuat hidupmu lebih buruk.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Derajat cinta hanya bisa diukur dengan seberapa besar “Pemberian” yang kita korbankan.

Aku optimis holding industri pertambangan bakal mampu mewujudkan mandatnya dengan bantuan pihak-pihak terkait,” jelas Menteri Rini dalam keterangannya, Friday/jumat (17/5/2019).

Menanggapi ini, Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi G. Sadikin mengatakan, pertemuan dengan sejumlah CEO Industri logam di China utk mendengarkan penjelasan tentang industri logam & teknologinya.

“Serta menjajaki berbagai peluang kerja sama yang sesuai dengan rencana strategis kami dan dapat membantu kami mempercepat terealisasinya hilirisasi tambang untuk kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Di Beijing, rombongan bertemu dengan sejumlah CEO, antara lain CEO The Metallurgical Corporation Of China (MCC) utk mempelajari peluang kerja sama dalam industri EPC dan/atau tambang kobalt/nikel dan CEO Beijing Easpring Material Technology, mempelajari industri Electric Vehicle terutama dalam pembuatan Katoda.

Sementara di Inner Mongolia, rombongan menemui perusahaan coal gasification, Dalu Chemicals untuk mempelajari proses dan teknologi dalam coal gasification serta peluang kerja sama dengan COMPANY Bukit Asam Tbk.

Kemudian di Shanghai, rombongan melakukan kunjungan lapangan & pertemuan dengan Huayou, perusahaan manufaktur cobalt chemical, termasuk manufaktur bahan energi baru lithium ion, pemrosesan bahan baru kobalt dan penambangan, benefisiasi & peleburan kobalt dan tembaga serta bertemu dengan Contemporary Amperex Technology (CATL) Battery utk mempelajari industri Electric Vehicle.

3 da-ri 4 halamanProyek Hilirisasi

Menteri BUMN Rini M Soemarno melakukan kunjungan ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China. Dok BUMN

Dalam kunjungan ini pula turut serta Direktur Utama COMPANY Antam Tbk.

Arie Arioetedjo dan Direktur Utama COMPANY Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin.

Belum lama ini Holding Industri Pertambangan melalui anggota Holding COMPANY Bukit Asam Tbk telah menandatangani Head of Agreement Hilirisasi Batubara dengan PT Pertamina (Persero), PERUSAHAAN Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Chandra Asri Petrochemical (8/12 2018), untuk pembangunan proyek gasifikasi.

Melalui penandatanganan ini, batubara dari PT Bukit Asam Tbk nantinya bakal diubah melalui teknologi gasifikasi menjadi produk akhir yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Teknologi gasifikasi ini memungkinkan mengkonversi batubara muda menjadi syngas yang merupakan bahan baku untuk diproses lebih lanjut menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai bahan bakar, urea sebagai pupuk, & Polypropylene sebagai bahan baku plastik.

Proyek hilirisasi lainnya yang juga dicanangkan oleh Holding Industri Pertambangan merupakan melalui PT Borneo Alumunia Indonesia (PT BAI), anak usaha patungan COMPANY Inalum (Persero) & PT Antam Tbk., mencanangkan pembangunan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Pontianak, Kalimantan Barat.

Proyek SGAR menjadi penghubung mata rantai industri da-ri hulu ke hilir yang terintegrasi, dari bauksit menjadi alumina, bahan baku aluminium dengan kapasitas awal 1.000.000 ton Alumina.

4 dari 4 halamanSaksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


PERUSAHAAN Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dan Freeport Mc Moran Inc menyepakati pokok-pokok pelepasan saham (divestasi) 41,64 persen PERUSAHAAN Freeport Indonesia. Langkah ini utk menggenapi 51 persen saham dari pihak nasional.