Petarung Indonesia Siap Gemparkan ONE Championship Edisi Masters Of Destiny – berita 2019


Adrian Mattheis (ONE Championship)

detectifmaya.com, Jakarta Petarung Indonesia, Adrian Papua Badboy Mattheis turut serta ambil bagian dari pada gelaran ONE Championship: Masters of Destiny di Kuala Lumpur, Malaysia, Friday/jumat (12/7/2019). Adrian bakal tampil dari-pada laga pembuka melawan Li Zhe da-ri Tiongkok di divisi strawweight.

Menurut rilis yang diterima detectifmaya.com, Adrian telah yang akan datang pada ha-ri Selasa lalu di Malaysia bersama pelatihnya, Zuli Silawanto. LdquoKami hanya berdua yang akan datang di Malaysia, walaupun tiga orang tim pendukung baru bakal tiba hari Rabu [nanti],” kata olahragawan berdarah Ternate ini.

“Setiba di Kuala Lumpur, aku langsung menjalani medical check-up dan timbang berat badan. Hasilnya usai oke,” kata Adrian menambahkan.

“Saya hanya di wajibkan menjaga berat badan, beristirahat, & [melakukan] latihan ringan menggunakan fasilitas gym di hotel saja,” bebernya.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Kau datang di saat ke egoisan akan cinta tengah mendera. Membawa cahaya dan kedamaian, membuatku tidak mudah menyerah ununtuk merengkuh kisah cinta bersamamu

Ia pun teringat akan pesan ibunya, yang tidak dapat hadir langsung di Malaysia. Ibunda “Papua Badboy” ini hanya dapat mendukung melalui doa dari Jakarta dan menonton melalui layar ponsel.

Ajang ONE: MASTERS OF DESTINY juga akan disiarkan dari SCTV.

“Mama nanti bakal melihat pertandingan lewat ponsel, ditemani salah satu tetangga terdekat rumah kami. Mama bilang, jangan lupa siapa penciptamu. Kamu lakukan saja apa yang harus kamu lakukan, dan selebihnya biarkan Tuhan yang bekerja,” ujar olahragawan Tigershark Fighting Academy ini.

2 dari 3 halamanMomen Bangkit

Adrian Mattheis sesaat beraksi di atas ring. (ONE Championship)

Li Zhe, merupakan salah satu atlet yang lolos da-ri ONE: HEROES SERIES dengan catatan memukau. Atlet yang mendalami BJJ dan tergabung dalam Longyun MMA ini memenangkan tiga dari empat laga melalui submission dengan beragam teknik choke yang luar biasa.

Namun rekor Adrian pun pula sangat baik, dengan dua kemenangan dalam laga debut di ONE Strawweight Indonesia Tournament dari pada tahun 2016. Walau sempat kalah saat menghadapi Dejdamrong Sor Amnuaysirichoke, semangat dan disiplinnya ngga berkurang.

Ujian “Papua Badboy” dimulai dalam laga ONE: TOTAL VICTORY dimana ia mengalahkan Phat Soda, olahragawan asal Kamboja. Semangat tinggi membuatnya bangkit dari hasil buruk melawan Rene “The Challenger” Catalan dalam ONE: QUEST FOR POWER di Jakarta.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Bahagia bukan milik dia yg hebat dalam segalanya, namun dia yg mampu temukan hal sederhana dlm hidupnya dan tetap bersyukur.

Ia pun terus mengasah diri dan bangkit dengan memenangkan pertandingan di ajang ONE: CONQUEST OF HEROES, melawan petarung tanah air Angelo “The Unicorn King” Bimoadji.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Tidak perlu memfokuskan memikirkan orang yg membenci kita, karena masih banyak org yg menyayangi kita.

3 dari 3 halamanRedakan Ketegangan

Atlet MMA Indonesia Adrian Mattheis. (foto: istimewa)

Terlepas dari berbagai catatan baik sejak bergabung dengan ONE pada bulan Agustus 2016 itu, Adrian mengaku masih merasakan tekanan yang besar setibanya di Malaysia.

“Ada tekanan yang terasa berbeda karena sesudah tiba, kita mesti langsung menyesuaikan diri dulu dengan suasana di sini,” kata olahragawan berusia 27 tahun ini.

“Bersama dengan pelatih, saya langsung menjalani schedule aktivitas mendekati pertandingan,” ujarnya.

Namun ada satu hal yang selalu berhasil menenangkan Adrian dalam menghadapi setiap pertandingan. “Saya selalu membawa sebuah Alkitab kecil kemanapun saya pergi, tergolong untuk bertanding di manapun juga,” katanya.

Ia pun menyampaikan pesan khusus bagi para pendukungnya & penggemar MMA di tanah air.

“Saya hanya mau bilang agar kita semua jangan lupa selalu bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki sesaat ini,” ujar pria asal Papua tersebut.

Jelang gelaran ONE: MASTERS OF DESTINY pada hari Jumat, 12 Juli ini, para olahragawan mixed martial arts (MMA) dunia seusai mulai bersiap di Kuala Lumpur, Malaysia. Ajang ini bakal menampilkan berbagai laga kelas dunia, di mana pertandingan puncak akan menjadi saksi kembalinya Petchmorakot Petchyindee Academy dan Giorgio “The Doctor” Petrosyan dalam babak perempat akhir-nya ONE Featherweight World Grand Prix.

Sebelumnya, satu laga utama yang sangat dinanti publik akan digelar, yaitu antara Juara Dunia “Unstoppable” Angela Lee melawan Michelle Nicolini, pemegang delapan gelar Juara Dunia Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) da-ri Brazil, yang akan memperebutkan tiket menuju puncak divisi strawweight.

Saksikan juga video menarik di bawah ini:



Berita video cuplikan-cuplikan submissions terbaik dari pada One Championship: For Honor di Ibukota Indonesia 3 Mei 2019.