Para Pemain Real Madrid Sempat Tidur Di Lantai Selama Tur Pramusim – berita 2019

Berita-berita terbaru 2019 di indonesia, ikut baca berita “Para Pemain Real Madrid Sempat Tidur Di Lantai Selama Tur Pramusim” dan disampaikan dengan lengkap hanya di detectifmaya.com.

Logo dan ilustrasi Real Madrid. (AFP/Christof Stache)

detectifmaya.com, Jakarta Tur pramusim menjadi bagian da-ri persiapan tim-tim elite Eropa dalam menghadapi musim baru, tergolong Real Madrid.

Untuk mendukung program ini, masing-masing klub akan menyediakan fasilitas terbaik bagi para pemain dan staf selama mempersiapkan diri.

Hotel super mewah, lapangan yang ideal, hingga fasilitas kelas satu lainnya pun usai jamak menyambut tim-tim yang menjalani tur pramusim belakangan ini.

Namun ternyata, bukan selamanya tur pramusim berjalan mulus bagi Real Madrid. Para pemain dan staf Los Blancos bahkan sempat tidur di lantai selama menjalani program itu.

Masa-masa sulit seperti ini pernh dirasakan Real Madrid ketika John Toshack datang 1989 lalu. Sesaat itu, beban berat harus dirasakan pria asal Wales itu karena sebelumnya Real Madrid telah memenangkan empat gelar La Liga secara berturut-turut.

Toshack memang sukses. Dia membawa Real Madrid merebut gelar La Liga kelima se-cara beruntun.

Mencetak 107 gol dan belum terpatahkan hingga 2012.

Hanya saja, tak kesuksesan saja yang membekas di era Toshack. Kisah miris yang harus dihadapi para pemainnya selama pramusim juga tidak bakal terlupakan sampai kapanpun.

2 dari 3 halamanTidur di Lantai

John Toshack lahir di Wales, 22 Maret 1949, pernah melatih Real Madrid dua kali yaitu pada tahun 1989-1990 & 1999. (AFP/Chris Young)

Semua bermula ketika Toshack kembali membawa para pemain ke Galicia utk menjalani latihan pramusim. Walaupun dalam dua musim sebelumnya, pelatih Leo Beenhakker tidak lagi memboyong para pemain Los Blancos ke daerah di barat laut Spanyol tersebut.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Bersedih dengan orang yg tepat lebih baik daripada berbahagia dengan orang yg salah. Bijaklah dlm memilih sahabat.

Tujuan Toshack tentu saja baik. Pria yang kini sudah berusia 70 tahun itu ingin mematangkan strategi & taktik yang bakal mereka gunakan pada musim berikutnya. Sayang, fasilitas yang didapatkan para pemainnya selama di Galicia jauh dari harapan.

Seperti dilansir Marca, para pemain komplain tentang ukurang kamar yang kecil & tempat tidur yang terlalu empuk untuk mereka gunakan. Ngga saja ngga nyaman, kasur tersebut membuat punggung para pemain sakit, sehingga memutuskan pindah ke lantai.

Mantan pemain Real Madrid, Adolfo Aldana sempat merasakan penderitaan ini. “Saya sakit punggung selama beberapa hari dan memutuskan menaruh kasur di lantai & rasa sakit itu hilang Aku tahu beberapa pemain melakukan hal yang sama,” kata Adolfo Aldana.

3 dari 3 halamanTanpa Korban

Masalah lain ialah seputar komunikasi. Menurut Aldana, hotel lokasi mereka menginap hanya punya satu unit telepon.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Jangan tidakut akan perubahan. Kita mungkin kehilangan sesuatu yang baik, namun kita akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi.

Selain itu, suasana juga menjadi berisik karena ngga jauh dari lokasi ada perkemahan remaja & kehadiran tim menjadi daya tarik bagi masyarakat lokal.

Toshack dan staf pula salah memprediksi cuaca yang ternyata terik selama pramusim. Padahal mereka sebelumnya berharap cuaca yang lebih sejuk. Beruntung, skuat Real Madrid berhasil melalui rintangan tersebut. Satu-satunya korban yang mendapat pertolongan da-ri tim medis hanyalah anggota perkemaham muda-mudi yang mengalami bahu terkilir.

Saksikan pula video menarik di bawah ini:



Zidane Tak Jamin Masa Depan Bale di Real Madrid