Kak Seto Sebut Ada Unsur Eksploitasi Anak Di Audisi Bulu Tangkis Djarum – berita 2019


Ketua Komnas PA, Seto Mulyadi menghadiri rilis penangkapan pelaku pedofilia jaringan internasional di Mapolda Metro Jaya, Rabu (24/5). Polisi menangkap DA alias AI (41), pelaku pedofil jaringan di internasional via Skype.

(detectifmaya.com/Yoppy Renato)

detectifmaya.com, Ibukota Indonesia Bakti Olahraga Djarum Foundation memutuskan menghentikan audisi beasiswa utk menjaring bibit-bibit pemain bulu tangkis potensial setelah berpolemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI menilai ada unsur eksploitasi anak daripada audisi itu.

Sejalan dengan KPAI, psikolog anak Seto Mulyadi berpendapat, penggunaan badan anak utk iklan atau promosi adalah bentuk eksploitasi. Mengingat dalam audisi tersebut, setiap anak yang menjadi peserta diwajibkan memakai baju dengan tulisan & logo Djarum Foundation.

“Itu enggak boleh. Lampau juga usai ada peraturan pemerintah yang menyatakan pula nomor 19 bahwa rokok itu sebagai zat adiktif yang berbahaya,” jelasnya kepada Merdeka.com, Minggu (8/9/2019).

Seto menambahkan, larangan sponsor rokok dalam kegiatan olahraga pula diatur dalam Peraturan Menteri Pemuda & Olahraga. Dia menilai, KPAI dalam hal ini hanya meluruskan pelanggaran yang telah dilakukan Djarum.

“Memang Undang-Undang tentang Sistem Keolahragaan Nasional Nomor 35/2005 mengakui masyarakat bisa berperan serta dalam pembinaan olahraga di mana bangsa sendiri memiliki keterbatasan. Nah silakan, semua masyarakat bisa. Namun mohon jangan dibentur-benturkan,” jelasnya.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Tersenyumlah jika kamu dihina karena itu tanda sebentar lagi kamu akan ditinggikan. Tuhan Maha Adil.

Menurutnya, dengan keterlibatan produsen rokok sebagai sponsor dalam audisi ini dapat mengecoh masyarakat. Seolah-olah, kata dia, dengan merokok maka dapat menorehkan prestasi. Secara psikologis hal ini tanpa sadar menjebak anak-anak bahwa prestasi bisa diraih karena rokok.

“Bahwa rokok itu tanpa sadar membentuk suatu asosiasi bahwa rokok itu sehat, rokok itu baik, rokok itu berjasa sehingga tidak mewaspadai tentang bahaya rokok.

Walaupun Indonesia satu-satunya bang-sa di Asia Pasifik yang belum meratifikasi konvensi pengendalian tembakau, satunya di Asia Pasifik lho,” terangnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kak Seto ini mengkritik pemerintah yang belum meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control. Padalah semua negara ASEAN telah meratifikasi, kecuali Indonesia.

Saat pembentukan konvensi ini, Indonesia paling aktif.

Saat itu, Indonesia pula mendapat pertanyaan dari sejumlah menteri dari negara ASEAN apakah bukan takut meratifikasi konvensi ini sementara banyak perusahaan rokok di negaranya.

Menurut Seto, audisi utk menjaring anak-anak berprestasi di bidang bulu tangkis bisa tetap berjalan.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Satu hal yang pasti bahwa cinta mampu menumbuhkan harapan, menimbulkan pengorbanan, dan menembus batas ruang dan waktu.

Audisi ini pula bisa diambil alih BUMN maupun perusahaan-perusahaan besar.

Dia menilai Djarum yang mengeluarkan pernyataan terkait persoalan ini justru menunjukkan kepamrihannya.

“Kepada Djarum, mohon maaf, ucapnya gini, gini, berarti pamrih dong. Begitu ditegur, diingatkan itu salah, tiba-tiba ngambek. Jikalau memang tujuannya mulia, ayolah jangan menyasar anak-anak.

Masalahnya kan anak anak, itu melanggar Undang-undang Perlindungan Anak, melanggar Undang-undang olahraga dan sebagainya,” jelasnya.

2 da-ri 3 halamanAudisi Tanpa Cantumkan Merek Dagang

Peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 di GOR Arie Lasut, Manado, Sulawesi Utara, dinilai memiliki skill & kemampuan yang baik. (Humas PB Djarum)

Seto menyayangkan munculnya polemik ini justru lebih dari satu orang menyalahkan KPAI. Padahal apa yang disampaikan KPAI juga didukung Kemenpora, Kementerian Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak serta sejumlah lembaga lainnya.

Terkait jalan tengah dari polemik ini, Seto menyarankan agar pemerintah harus mengambil alih, karena larangan eksploitasi anak ini berasal da-ri pemerintah. KPAI, kata dia, hanya mengingatkan pemerintah tentang aturan-aturan yang telah dibuat terkait perlindungan anak.

Menurut Seto, kalau saja Djarum tak perusahaan rokok, ngga masalah mencantumkan logo & merek dagangnya dalam proses audisi. Menurutnya bisa saja audisi tetap dilakukan tetapi tanpa mencantumkan nama & logo perusahaan.

“Atau jikalau mau boleh (tetap audisi). Namun enggak boleh dicantumkan logonya Djarum.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Tuhan mengirim seseorang dalam hidupmu tuk sebuah alasan, baik tuk belajar darinya atau tuk menjalani hidup ini bersamanya.

Itu tanpa sadar mempengaruhi jutaan anak Indonesia.

Itu lihat, hebat kan. Jadi Djarum hebat kan, berjasa kan. Jadi menutupi dampak bahwa rokok ngga baik, rokok tidak sehat. Aku kira di seluruh dunia mengiyakan itu.

Iklannya rokok jelas (tertulis rokok) membunuhmu. Ya kalau mau merokok ya sekalian saja suruh narkoba mensponsori. Tulis narkoba bagus, narkoba buat badan sehat. Itu pembohongan masyarakat,” kata dia.

Dia menambahkan, kalau Djarum berniat mendukung pemerintah dan mau memajukan dunia olahraga, seharusnya mengikuti saran dengan ngga mencantumkan logonya. Sehingga hal ini tidak lagi kontradiktif.

“KPAI enggak melarang, tetapi mengingatkan. Wong usai ada peraturannya kok.

Peraturan pemerintah nomor 19 rokok sebagai zat adiktif yang berbahaya, usai jelas itu kok mau dipakai utk olahraga dan kesehatan. Kan kontradiktif,” pungkasnya.

Reporter: Hari Ariyanti

Sumber: Merdeka.con

3 da-ri 3 halamanSaksikan juga video menarik berikut ini:


Muhammad Maslakil Akmal merupakan peserta terjauh yang mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017.


Leave a Reply