Riset: Kucing Bisa Sangat Terikat Dengan Manusia Melebihi Anjing – berita 2019


Ilustrasi/copyright shutterstock.com

detectifmaya.com, Ibukota Indonesia Mungkin kucing identik dengan hewan peliharaan yang nakal dan pemalas, kita hanya bisa memberi makan & merawat mereka dengan baik. Namun, sebuah penelitian baru-baru ini menunjukan bahwa kucing benar-benar membutuhi pemiliknya se-cara emosional dan terikat dengan mereka, mirip bagaimana anjing mencintai pemiliknya.

Dikutip da-ri Brightside Minggu (12/10/2019) mengatakan, para ilmuwan di Universitas Oregon melakukan penelitian utk mengetahui apakah kucing dapat membangun ikatan emosional dengan pemiliknya. Mereka meneliti 70 pemilik kucing, & peliharaan mereka, serta meminta mereka melakukan tugas sederhana.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Ketika mereka bertanya tentang kelemahanku, aku ingin mengatidakan bahwa kelemahanku itul adalah kamu. Aku merindukanmu di mana-mana dan aku sanagat mencintaimu..

Setiap pemilik di wajibkan tinggal dengan hewan peliharaan mereka selama dua menit di ruangan yang sama, kemudian meninggalkan ruangan selama dua menit, dan kemudian kembali lagi ke ruangan tersebut untuk bersama kucing mereka selama dua menit lagi.

Hasilnya sangat mengejutkan, sekitar 64 kucing kelihatan tidak stres sesaat pemiliknya bersama mereka, tapi mereka sangat resah sesaat pemiliknya meninggalkan mereka.

Para ilmuwan percaya bahwa itu ialah pertanda kucing dapat membentuk sebuah keterikatan sama halnya dengan anjing & anak-anak.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Maafkan diri sendiri. Jangan menyesali kesalahan. Maaf itu mengobati hati dan mendamaikan diri.

& ini berarti, mereka merasa lebih nyaman & aman menjelajahi dunia baru dengan kehadiran pemilik mereka.

Sekitar 35 kucing yang diteliti memberikan pertanda ketidaknyamanan mereka dan terlihat sangat stres serta kelihatan menghindari pemiliknya. Yang mengejutkan adalah, tingkat keterikatan nyaman atau tidaknya seekor kucing sesaat ada pemiliknya hampir mirip dengan yang ditunjukan dari anak-anak (65 aman dan 35 tak aman). Bahkan, anjing menunjukan skor lebih rendah.

2 da-ri 3 halamanKeterikatan Pemilik dengan Kucingnya

Ilustrasi memelihara kucing (dok. Pixabay.com/StockSnap/Putu Elmira)

Kristyn Vitale, penulis utama penelitian ini, yakin bahwa kucing & anjing menunjukkan ikatan yang sama dengan pemiliknya sepeti halnya anak-anak terhadap pengasuh mereka.

Kebanyakan kucing menghabiskan banyak waktu dengan pemiliknya, sehingga mereka menjadi lebih tergantung, melihatnya sebagai sumber keamanan, dan bahkan mendatangi mereka ketika mereka membutuhkan kenyamanan.

Para ilmuwan mengklaim bahwa pelatihan dan sosialisasi lebih lanjut mungkin memiliki sekedar dampak dari pada perasaan kucing tentang pemiliknya. Faktor yang diwariskan sepeti temperamen-lah yang paling penting. Para peneliti menyoroti bahwa jika kucing berhasil terhubung dengan pemilik mereka, hubungan mereka akan stabil dalam jangka panjang.

Para pihak yang skeptis mengatakan bahwa percobaan ini harus diulangi dengan orang asing karena sekarang kita ngga bisa paham pasti apakah kucing merespons kehadiran pemiliknya atau apakah mereka akan bereaksi dengan cara yang mirip dengan manusia.

Tapi, kucing pasti membentuk hubungan emosional dengan pemiliknya, kita ngga bisa memastikan bahwa itu dapat diklasifikasikan sebagai keterikatan psikologis yang aman dalam pengertian tradisional, tanpa penelitian lebih lanjut.

Reporter: Windy Febriana

3 da-ri 3 halamanSimak Video Pilihan Berikut:


Kucing punya segala trik utk melakukan modus operandi pencurian makanan. Salah satunya adalah kucing ini yang pura-pura tidur sesaat mencuri ayam goreng.