Kapolda Sebut Mahasiswa Pulang Ke Papua Jadi Beban Sosial Pemda – berita 2019


Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat memantau dampak kerusuhan Wamena.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Mungkin Tuhan sengaja memberi kita berjumpa dengan orang yang salah sebelum menemui insan yang betul supaya apabila kita akhirnya menemui insan yang betul, kita akan tahu bagaimana ununtuk bersyukur dengan pemberian dan hikmah di balik pemberian tersebut.

(detectifmaya.com/ Istimewa/ Katharina Janur)

detectifmaya.com, Timika L Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw mengatakan ribuan mahasiswa dan pelajar yang kembali ke Papua da-ri berbagai kota/city studi menjadi beban sosial bagi pemerintah daerah.

“Adik-adik pelajar & mahasiswa yang sudah kembali ke Papua hari ini tercatat 2.600 orang. Utk apa mereka pulang? Ini menjadi beban sosial,” kata Paulus seperti dikutip Antara, Senin (14/10/2019).

Kapolda mengatakaN, para pelajar & mahasiswa ialah kelompok yang paling rentan disusupi & dipengaruhi pihak-pihak yang mempunyai keinginan dan agenda-agenda tertentu di Papua sekarang ini.

Menurut Kapolda, pelajar & mahasiswa itu seusai diperintahkan untuk kembali ke kota/city studi masing-masing. Bakal tetapi, mereka tidak mau kembali. Mereka diundang dari Gubernur Papua Lukas Enembe namun mengembalikan undangan itu kepada Gubernur di depan semua mentri Forkopimda Provinsi Papua.

“Ada apa ini? Di sisi lain mereka terus mendengungkan berbagai permasalahan yang terjadi, sekecil apa pun melalui jalur-jalur komunikasi yang mereka punya.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Jika esok pagi menjelang, akan aku tantang matahari yang terbangun dari tidur lelap nya.

Ini nyata,” kata Paulus.

Sehubungan dengan hal itu, Kapolda mengingatkan jajaran kepolisian di semua daerah di Papua agar lebih waspada dan peka terhadap perkembangan situasi yang terjadi di tengah masyarakat.

“Ada bocoran berita sekecil apa pun, desas-desus, isu-isu yang bertebaran di media sosial, kasih input kepada teman-teman utk mengantisipasinya,” ujarnya.

Guna mengamankan situasi di seluruh wilayah Provinsi Papua, kata Kapolda, Mabes Polri mengirim ratusan personel Brimob yang merupakan BKO dari 13 polda se-Indonesia untuk ditugaskan di sejumlah daerah rawan di wilayah provinsi ujung timur Indonesia itu.

Kapolda mengimbau setiap polres yang mendapat tambahan pasukan Brimob BKO dari berbagai polda utk bersinergi membangun komunikasi dan koordinasi dengan menggelar kegiatan patroli bersama, razia senjata tajam, & penyakit-penyakit masyarakat, seperti minuman keras ataupun menempatkan pos-pos keamanan di wilayah-wilayah yang dianggap rawan.

“Diminta atau tak diminta wajib hukumnya bagi rekan-rekan di kewilayahan untuk berterima kasih ke pada rekan-rekan yang datang bertugas membantu kita. Ancaman kita nyata, tidak tidak nyata. Jangan berpikir konflik di Papua itu biasa. Situasi sekarang lebih spesifik,” kata Paulus.

Selain itu, Kapolda juga mengingatkan jajarannya agar mengantisipasi pergerakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang terus-menerus melakukan berbagai upaya kekerasan & teror penembakan.

“Rekan-rekan jangan lengah, tetap waspada. Bangun komunikasi dengan semua pihak sebab di semua daerah ada banyak tokoh yang mempunyai pengaruh,” kata Kapolda.

Pada sesaat ini, Kapolda Papua bersama Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab tengah berada di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, untuk melakukan konsolidasi personel Polri dan TNI di wilayah itu menyusul terjadinya pembunuhan terhadap seorang pekerja bangunan di dekat Jembatan Woma, Wamena, Sabtu (12/10/2019) kemarin.

2 da-ri 2 halamanSimak pula video pilihan berikut ini:


Sejumlah menteri & pejabat bang-sa menemui pengungsi di Wamena dengan berjanji memperbaiki kerusakan akibat kerusuhan.