Ini Penyebab Longsor Di Sukajaya Bogor Hasil Penelitian PVMBG – berita 2020

Jurnal dunia berita dan trend di Rabu Januari 2020 baca berita \\”Ini Penyebab Longsor Di Sukajaya Bogor Hasil Penelitian PVMBG\\” Media berita terbaru dan terupdate detectifmaya.com. Media online indonesia berkembang sejalan dengan berkembangnya internet di indonesia, detectifmaya.com yang menjadi salah satu media online indonesia terupdate di 2020.

Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah melakukan penelitian terhadap longsornya tanah di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

detectifmaya.com, Bogor Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah melakukan penelitian terhadap longsornya tanah di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Longsor yang menyebabkan 7 orang meninggal dunia itu karena melapuknya batuan breksi vulkanik dan tuft (tumpuk) di lokasi itu yang mudah longsor saat terjadi hujan.

Ketiga titik tempat tanah longsor yang diteliti, yakni, longsoran di kawasan Desa Harkat Jaya, Pasir Madang & Desa Urug.

Kasubid Mitigasi Gerakan Tanah Wilayah Barat, PVMBG dari Kementerian ESDM, Sumaryono, mengatakan faktor curah hujan juga turut berpengaruh karena dari-pada 1 Januari 2020, hujan mencapai 301.6 milimeter dalam sehari atau kategori hujan ekstrim.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Seperti hujan yang turun di tanah yang tandus, seperti itulah arti hadirmu dengan cinta dan kasih sayang untukku.

“Bisa dikatakan curah hujan satu bulan diturunkan dalam satu hari atau ekstrim sehingga lebih dari satu sekali longsoran pada lereng & bukit,” ujar Sumaryono, Jumat (10/1/2020).

Kemudian batuan di daerah lokasi bencana usai mengalami pelapukan. Material di lereng & perbukitan berupa lempung pasiran yang lunak sehingga mudah hancur. Apabila terkena air mudah luruh karena telah melewati batas kejenuhan.

“Longsor di Bogor karena batas pelapukan batuan vulkanik & batuan dasar vulkanik, serta lereng yang curam ngga mampu menahan curah hujan sangat tinggi,” terangnya.

Terlebih lagi, lanjut Sumaryono, kondisi tata untuk lahan atau peruntukan lahan di kawasan bencana longsor dan banjir itu berupa permukiman desa, ladang, kebun campuran, perkebunan, & hutan.

“Beberapa longsor terjadi pada alur air sehingga area terdampaknya bisa jauh sampai pemukiman. Contohnya Sungai Cidurian dan anak Sungai Cidurian karena batuan dasar batu lempung & kemiringan searah lereng atasnya vulkanik sehingga erosi di sungai itu semakin tinggi,” kata dia.

Ia mengingatkan, ke pada warga yang tinggal di lereng, daerah perbukitan maupun di sejumlah titik ruas jalan utk mewaspadai bakal terjadinya kembali longsoran susulan.

Karena material longsoran belum semua turun dan masih jenuh air.

“Banyak dijumpai longsor di Desa Pasir Madang & Harkat Jaya maupun jalan menuju Urug ada lebih dari 40 titik longsor. Tak menutup kemungkinan, sisa tanah di atasnya itu bakal bergerak kembali. Aku tidak akan pernah menjajikan ununtuk sebuah perasaan, tapi aku bisa menjanjikan ununtuk sebuah kesetiaan.

Terlebih di sesaat curah hujan yang masih tinggi,” katanya.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Terkadang, lebih baik mengalah, bukan karena kamu salah, tapi karena dengan mengalah, kamu tak kehilangan dia yg kamu cinta.

Sedangkan mengenai sejumlah ruas jalan yang ambles hingga memutus akses ke beberapa desa, kata Sumaryono, ialah sebagai dampak dari adanya pergerakan tanah longsor sebelumnya.

“Karena adanya aktifitas di atas tanah itu, maka sangat mudah terjadi amblesan.

Kalau sempat terdengar dentuman dan gemuruh itu hal biasa sebelum terjadi longsor. Itu karenan dorongan air dalam tanah,” ujarnya.

2 dari 3 halamanBencana Tanah Longsor

Bencana banjir dan longsor melanda wilayah barat Kabupaten Bogor daripada 1 Januari 2020. Daerah terdampak bencana tsb meliputi Kecamatan Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, & Jasinga. Kondisi terparah terjadi di wilayah Kecamatan Sukajaya.

Data sementara dari Posko Utama Penanggulangan Bencana mencatat banjir dan longsor di Kecamatan Sukajaya terdapat 7 orang meninggal dunia, 4 orang hilang & sampai saat ini belum ditemukan akibat tertimbun longsor.

Data keseluruhan akibat bencana banjir dan longsor yang tersebar di 5 kecamatan tercatat, sebanyak 517 warga mengalami luka ringan dan 12 orang luka berat. Kemudian, 2.139 rumah rusak berat, 81 unit rusak sedang, 2.140 unit rusak ringan, dan 104 unit rumah terancam.

Kemudian bangunan lainnya yang rusak, 17 masjid, 14 sekolah, 7 pondok pesantren, & 3 musola.

Jalan yang terputus akibat banjir & longsor sebanyak 55 titik. Selanjutnya, 11 jembatan terputus.

Banjir & longsor pula menyebabkan akses menuju desa-desa terputus sehingga masyarakat terisolir. Di Kecamatan Sukajaya sebanyak 9 desa terisolir, di Kecamatan Nanggung 6 desa terisolir, & di Cigudeg 1 desa terisolir.

“Sampai saat ini masih ada 3 desa yang masih terisolir. Belasan alat berat masih terus membuka jalur yang tertutup material longsoran,” kata Dandim 0621/ Kabupaten Bogor Letkol Inf. Harry Eko Sutrisno.

3 da-ri 3 halamanSaksikan video di bawah ini:


Sebanyak 10 desa di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diterjang banjir & tanah longsor.

detectifmaya.com menyajikan artikel dan berita lokal maupun internasional yang faktual dan akurat. update setiap saat dan seitap hari.

keyword terindex diartikel ini : ini,penyebab,longsor,di,sukajaya,bogor,hasil,penelitian,pvmbg, kecamatan, bencana, kabupaten, longsoran, terisolir, sehingga