Mencontoh Lingkungan Inklusif Dari Gereja Katedral Jakarta – berita 2020

Berita Rabu Januari 2020 baca berita “Mencontoh Lingkungan Inklusif Dari Gereja Katedral Jakarta” Media berita terbaru dan terupdate detectifmaya.com

Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) melintas di depan Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (25/12/2019). Puluhan personel Banser NU dikerahkan oleh GP Ansor utk membantu pengamanan di Gereja Katedral Ibukota Indonesia pada perayaan Natal 2019. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

detectifmaya.com, Jakarta Setiap umat beragama memiliki hak yang sama utk mendapatkan aksesibilitas beribadah tidak terkecuali umat penyandang disabilitas.

Sepeti pendapat Frans Susanto, seorang juru penerjemah bahasa isyarat di Gereja Katedral Jakarta. Menurutnya, umat dengan disabilitas butuh aksesibilitas utk mendapatkan manfaat rohani yang sama seperti umat yang lain.

“Ibadah rutin setiap ha-ri Minggu yang ada penerjemahnya ya di sini saja. Belakangan ada gereja yang lain tetapi tidak serutin di sini,” kata Frans ketika ditemui di Gereja Katedral, Rabu (25/12/2019).

Ia menambahkan, teman tuli yang dilayani tak hanya datang dari daerah Jakarta saja. Mereka datang dari Tangerang, Depok, Bogor, dan Bekasi. Walaupun jauh, mereka tetap datang ke Katedral demi memenuhi kebutuhan rohani karena di daerah mereka belum ada penerjemah bahasa isyarat sepeti di Katedral.

“Puji Tuhan, trennya sangat positif dalam dua tiga thn terakhir cukup lebih dari satu gereja-gereja yang lain di luar Katolik yang sudah menyediakan aksesibilitas utk teman berkebutuhan khusus terutama tuli.

Mereka memang mencontoh da-ri sini, mereka memanggil relawan penerjemah,” kata Frans.

2 dari 3 halamanPola Pikir Inklusif

Jemaat melaksanakan misa malam Natal di Gereja Katedral, Jakarta, Selasa (24/12/2019). Jemaat tampak khidmat dalam mengikuti prosesi ibadah tersebut. (detectifmaya.com/Faizal Fanani)

Hingga kini tenaga penerjemah bahasa isyarat masih sangat kurang. Walaupun kebutuhannya banyak.

Terkait hal ini, Frans sempat melakukan sosialisasi ketika diundang ke beberapa gereja. Di sana ia bukan berceramah, melainkan melakukan ibadah bersama rekan-rekan tuli & membantu mereka mendengarkan firman Tuhan.

Di Gereja Katedral sendiri, selain ada juru penerjemah, kini seusai ada juga bidang miring atau ramp utk pengguna kursi roda. Katedral juga sudah dilengkapi dengan toilet yang aksesibel.

Sebulan lalu, tepatnya daripada Hari Disabilitas Internasional, teman netra usai dapat merasakan fasilitas kitab suci huruf mencuat atau Braille da-ri Katedral bekerja sama dengan Lembaga Daya Dharma atau LDD.

“Ini hanya sebagian kecil saja umat beriman yang memperjuangkan aksesibilitas dalam beribadah. Aku melihat umat agama lain pun sama, Muslim, Hindu, Budha. Contoh ada enggak salat Jumat yang difasilitasi penerjemah?

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Janganlah kau janjikan bintang dan bulan untukku, cukup dengan memberikan janji bahwa kamu akan selalu ada bersamaku di bawah cahayanya.

Itu masih susah juga,” kata Frans.

Frans berharap, mulai tahun depan gereja dan juga lokasi peribadatan yang lain start peka dengan umatnya yang memiliki kebutuhan khusus. Ia juga berpesan agar setiap orang memiliki pemikiran inklusif dan sadar disabilitas.

“Pola pikir inklusif harus dimiliki setiap orang.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Terkadang, menangis hanya membuat matamu setingkat lebih jernih sebelum melihat kebahagiaan.

Yang ingin menuju kebahagiaan surgawi tidak hanya saya sendiri loh masih ada sodara-sodara beriman yang lain juga. Masalahnya apa kita fokus ke pahala diri sendiri atau mengajak mereka,” pungkas Frans.

3 da-ri 3 halamanSimak Video Pilihan Berikut Ini:


Portugal berhasil mendapat penghargaan Accessible Tourist Destination 2019 da-ri World Tourism Organization dalam kemitraan dengan Once Foundation.

Gelar ini sekaligus mengukuhkan Portugal sebagai destinasi yang paling ramah disabilitas di dunia.