KPK Cecar Eks Ketum KONI Soal Dana Hibah – berita 2020


Ketua KONI Pusat, Tono Suratman berjalan meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksan di Jakarta, Tuesday/selasa (21/1/2020). Tono dimintai keterangannya terkait kasus suap dana hibah pemerintah melalui Kementerian Pemuda & Olahraga (Kemenpora) kepada KONI thn 2018. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

detectifmaya.com, Ibukota Indonesia Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman terkait pengajuan proposal bantuan dana hibah da-ri pemerintah terhadap KONI melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Cinta adalah ketika kebahagiaan orang lain lebih penting dibandingkan kesenangan kita.

“Penyidik kembali mendalami pengetahuan saksi terkait dengan pengajuan proposal dana hibah,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri sesaat dikonfirmasi, Selasa (21/1/2020).

Tono Suratman sendiri diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Menpora Imam Nahrawi.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Kita memang tidak selalu mendapatkan apa yg kita inginkan, namun percayalah, Tuhan memberikan apa yg kita butuhkan.

Seusai diperiksa tim penyidik, Tono tak bersedia memberikan keterangan apapun kepada awak media.

Tono sebelumnya juga sempat diperiksa dari pada Februari 2019. Sesaat itu pemeriksaan Tono untuk melengkapi berkas penyidikan Sekjen KONI Ending Puad Hamidy.

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Menpora Imam Nahrawi & asisten pribadinya Miftahul Ulum sebagai tersangka suap dana hibah KONI. Selain suap, keduanya pula dijerat gratifikasi.

Imam Nahrawi melalui Ulum diduga telah menerima uang total Rp 26,5 miliar.

Uang tsb merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan dari pihak KONI ke pada Kemenpora, kemudian jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

2 da-ri 2 halamanKepentingan Pribadi

Ketua KONI Pusat, Tono Suratman berusaha menghindari awak media seusai menjalani pemeriksan di Gedung KPK, Selasa (21/1/2020). Tono dimintai keterangannya terkait kasus suap dana hibah pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada KONI tahun 2018. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

KPK menduga uang tsb diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora & pihak Iain yang terkait.

Sebelumnya, KPK usai lebih duluan menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kelima orang tersebut terjaring operasi tangkap tangan tim penindakan dari pada 18 Desember 2018.

Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Mentri Pembuat Komitmen (PPK) dari-pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), & Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA).

detectifmaya.com menyajikan artikel dan berita lokal maupun internasional yang faktual dan akurat. update setiap saat dan seitap hari.

keyword terindex diartikel ini : kpk,cecar,eks,ketum,koni,soal,dana,hibah, kemenpora, terkait, olahraga, menpora, suratman, melalui, penyidik