WNI Sering Disandera Abu Sayyaf, Mahfud Md: Kita Cari Solusi Jangka Panjang – berita 2020

Jurnal dunia berita dan trend di Kamis Januari 2020 baca berita “WNI Sering Disandera Abu Sayyaf, Mahfud Md: Kita Cari Solusi Jangka Panjang” Media berita terbaru dan terupdate detectifmaya.com. Tren membaca berita indonesia sekarang telah berubah seiring perkembangan teknologi internet, detectifmaya.com kami memberitakan dengan cepat.

Menteri koordinator Politic Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md. (detectifmaya.com/Angga Yuniar)detectifmaya.com, Ibukota Indonesia Kasus hilangnya kapal ikan milik Malaysia yang berawak 8 WNI di perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah pada 16 Januari 2020 pukul 20.00 waktu setempat terkonfirmasi sebagai kasus penculikan oleh Kelompok Abu Sayyaf.

Di dalam kapal terdapat 3 awak kapal WNI yang dilepaskan penculik dan mengkonfirmasi 5 awak kapal WNI lainnya dibawa kelompok penculik.

Terkait hal ini, Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan, bakal membicarakan langkah-langkah yang akan diambil.

“Kita masih masih bicarakanlah langkah-langkahnya.

Karena kita ingin menyelesaikan ngga sekedar yang 5 itu. Karena seusai terjadi berkali-kali kan? Nanti yang 5 selesai, capek kita, ada lagi, ada lagi,” kata Mahfud di kantornya, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Dia menuturkan, pihaknya bakal mencari solusi panjang agar hal tersebut tidak terjadi berulang-ulang.

“Kita sebenarnya sedang berpikir penyelesaian yang jangka panjang ngak kasus per kasus begitu,” ungkap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

2 dari 3 halamanAkan Mengintai

Meski demikian, untuk 5 WNI tersebut, pihaknya akan melakukan pengintaian.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Mungkin Tuhan sengaja memberi kita berjumpa dengan orang yang salah sebelum menemui insan yang betul supaya apabila kita akhirnya menemui insan yang betul, kita akan tahu bagaimana ununtuk bersyukur dengan pemberian dan hikmah di balik pemberian tersebut.

& aparat keamanan meningkatkan kerja sama.

“Kementerian Luar Negeri pula sudah melakukan kontak-kontak itu dengan Filipina dan Malaysia,” jelas Mahfud.

Menurut dia, evaluasi pasti akan dilakukan.

Dan tak perlu dijadwalkan.

“Kalau begini, lalu dibicarakan kan itu namanya evaluasi. Rapat itu tadi kan evaluasi juga. Jadi evaluasi itu enggak perlu dijadwalkan.

Di Wajibkan berlangsung se-cara otomatis dan terus menerus,” pungkasnya.

3 dari 3 halamanSaksikan Video Pilihan Berikut Ini:


TNI minta keluarga nelayan yang disandera untuk bersabar karena diperlukan wa`ktu untuk membebaskan da-ri Abu Sayyaf.

Kunjungi terus detectifmaya.com situs berita online di indonesia, keyword berita ini : wni,sering,disandera,abu,sayyaf,,mahfud,md:,kita,cari,solusi,jangka,panjang, evaluasi, dijadwalkan, kelompok