5 Kenyataan Sosok Li Wenliang, Dokter Yang Peringatkan Adanya Virus Corona Pertama Kali – berita 2020


Karangan bunga & foto mendiang dokter Li Wenliang terlihat di Cabang Houhu Rumah Sakit Pusat Wuhan di Wuhan di provinsi Hubei, China, Jumat, (7/2/2020). Li Wenliang sebelumnya memberikan peringatan kepada publik tentang potensi munculnya virus corona daripada Desember 2019. (AFP/STR)

detectifmaya.com, Jakarta Kabar menyebarnya virus Corona start pertengahan Januari 2020 lalu hingga kini masih hangat diperbincangkan.

Bukan hanya menjadi masalah yang dihadapi Kota/city Wuhan, Tiongkok, tapi juga banyak negara lain.

Meski kabarnya start muncul start Desember 2018, penyebaran Corona beranjak menajdi berbahaya hingga bangsa sekitar Tiongkok semenjak pertengahan Januari 2020. AKibat ancaman virus Corona, pihak pemerintah mengisolasi kota/city Wuhan yang merupakan ibukota Provinsi Hubei tersebut. Diduga hingga kini terhitung 636 orang meninggal dunia, 31.528 orang terinfeksi & 1.764 dinyatakan sembuh sesudah sempat terinfeksi.

Bahaya virus Corona ini ternyata sudah diketahui oleh seorang dokter bernama Li Wenliang. Dirinya ialah dokter yang pertama kali memberikan peringatan soal virus Corona.

Tepat dari pada Kamis (6/2/2020) lalu, dokter Li Wenliang meninggal dunia di usia 34 tahun akibat tertular virus Corona. Meninggalnya sang dokter membuat warga Tiongkok bereaksi.

Pasalnya sejumlah kejanggalan diaggap menimpa Li Wenliang sesaat akan memberitahu warga luas soal bahaya virus Corona.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Ketika dia yg pergi memberimu 100 alasan tuk menangis, tunjukkan padanya bahwa kamu punya 1000 alasan tuk tersenyum.

Masyarakat Tiongkok pun meminta hak mereka berpendapat tak dikendilaikan oleh pemerintah.

Berikut ini 5 kenyataan sosok dokter Li Wenliang yang dirangkum oleh detectifmaya.com, Sabtu (8/2/2020) dari berbagai sumber.

2 dari 6 halaman1. Dokter yang Pertama Kali Peringatkan Bahaya Corona

Dokter Li Wenliang memperingatkan bahaya virus corona, tapi ia kemudian jatuh sakit (WEIBO)

Kabar duka da-ri dunia kesehatan baru saja menghebohkan Tiongkok.

Lin Wenliang meninggal dunia akibat tertular virus Corona. Dirinya menjadi perbincangan lanatara Li Wenliang merupakan dokter yang pertama kali peringatkan virus Corona.

Dirinya menghembuskan napas terakhirnya dari pada Kamis (6/2/2020). Meninggal di usia 34 tahun, Li ialah dokter yang bekerja di Rumah Sakit Pusat Wuhan, Tiongkok.

Pada Desember 2019 lalu, dokter Li Wenliang memandang hasil tes da-ri tujuh pasien dari pasar lokal yang telah didiagnosis dengan penyakit yang tidak diketahui. Tetapi penyakit ini sangat mirip dengan SARS.

Sebelumnya SARS pula sempat menggegerkan Tiongkok dengan menewaskan 772 orang di daratan Asia daripada 2003 silam.

3 da-ri 6 halaman2. Menghimbau Keluarga & Orang Terdekat

Karangan bunga dan foto mendiang dokter Li Wenliang terlihat di Cabang Houhu Rumah Sakit Pusat Wuhan di Wuhan di provinsi Hubei, China, Jumat, (7/2/2020). Li Wenliang sebelumnya memberikan peringatan ke pada publik tentang potensi munculnya virus corona pada Desember 2019. (AFP/STR)

Pada akhir Desember 2019, Li mengirimkan sejumlah pesan di grup alumni sekolah kedokterannya.

Ia memberikan imbauan agar mereka segera memberitahu keluarga terdekat masing-masing.

Namun seseroang menyebarkan isi pesan tersebut di media soisal.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Seberat apapun harimu, jangan pernah biarkan seseorang membuatmu merasa bahwa kamu tidak pantas mendapat apa yang kamu inginkan.

Nama Li Wenliang langsung viral lantaran namanya tidak disensor.

“Saya hanya ingin mengingatkan teman-teman universtas aku agar mereka berhati-hati,” ujar Li sebelum meninggal.

4 da-ri 6 halaman3. Sempat Dibungkam Polisi dan Otoritas Kesehatan

Li Wenliang, dokter di Wuhan meninggal dunia. Ia sebelumnya telah memberi peringatan terhadap adanya Virus Corona. (Source: Instagram/ tuho0816)

Mengutarakan pendapatnya soal penemuan virus baru, Li kabarnya dibungkam dari beberapa pihak. Ia awalnya memperingatkan orang-orang disekitarnya melalui pesan pribadi.

Tetapi pihak kepolisian memintanya untuk diam.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Cinta memasukan kesenangan dalam kebersamaan, kesedihan dalam perpisahan, dan harapan pada hari esok.

Li adalah salah satu petugas medis yang menjadi sasaran kepolisian lantaran berusaha mengungkap virus mematikan tsb di awal-awal hari minggu sebelum terjadinya wabah. Li bahkan dituduh menyebarkan isu tidak mendasar.

Tak hanya menajdi sasaran polisi, Li juga dipanggil dari petugas rumah sakit. Hal tsb diketahui karena Li mengunggah sejumlah unggahan di media sosial & langsung viral. Hanya butuh beberapa jam Li dipanggil & diminta utk menjelaskan pendapatnya soal kasus-kasus wabah tersebut.

Selanjutnya ia dipanggil kepolisian setempat.

Dirinya diminta untuk berhenti menebar isu-isu yang dapat mengganggu ketertiban sosial. Li dipaksa menandatangani pernyataan mengaku pelanggaran ringan dan berjanji tak melanggar hukum.

5 dari 6 halaman4. Tertular Virus Corona

Seorang anggota staf medis berjalan melewati karangan bunga mendiang dokter Li Wenliang kelihatan di Cabang Houhu Rumah Sakit Pusat Wuhan di Wuhan di provinsi Hubei, China, Jumat, (7/2/2020). Li Wenliang meninggal karena virus corona di Wuhan dari pada pukul 02.58 Friday/jumat dini hari waktu setempat. (AFP/STR)

Prediksi dokter Li ternyata benar.

Dengan cepat wabah ini menjadi ancaman di Wuhan & negara sekitar. Ribuan orang terinfeksi dan ratusan meninggal dunia. Dikhawatirkan menyebar hingga keluar Kota/city Wuhan, pemerintah pun mengisolasi dan mengarantina massal warga Wuhan hingga kini.

Situasi menjadi ngak terkendali, Li dan beberapa rekan medis terus merawat pasien yang berdatangan.

Li pun tak luput utk turun langsung merawat pasien yang terinfeksi Corona.

Dua ha-ri merawat sejumlah pasien, Li merasakan batuk dan kemudian harus dirawat di rumah sakit tersebut. Kondisinya semakin memburuk, ia didagnosis tertular Corona pda 1 Februari 2020. Meski demikian, ia berharap dapat sembuh dan kembali merawat pasiennya.

“Ketika virus korona terus menyebar, aku tidak ingin pergi. Aku akan bekerja di garis depan ketika aku pulih,” ucap Li, dikutip da-ri Merdeka.

6 dari 6 halaman5. Meninggal Dunia

Masyarakat menaruh bunga utk mendiang dokter mata Li Wenliang di Cabang Houhu Rumah Sakit Pusat Wuhan di Wuhan di provinsi Hubei, China, Jumat, (7/2/2020). Li Wenliang meninggal karena virus corona di Wuhan daripada pukul 02.58 Friday/jumat dini ha-ri waktu setempat. (AFP/STR)

Dokter Li menghembuskan napas terakhirnya dari pada Kamis, 6 Februari 2020.

Berita tsb diumumkan langsung oleh Rumah Sakit Pusat Wuhan dalam akun weibo resminya.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Terkadang, menangis hanya membuat matamu setingkat lebih jernih sebelum melihat kebahagiaan.

“Dalam perang melawan epidemi pneumonia da-ri infeksi coronavirus baru, sayangnya dokter mata rumah sakit kami Li Wenliang terinfeksi. Dia meninggal setelah semua upaya yang kami lakukan untuk menyadarkannya.

Kami sangat berduka atas kematiannya, dikutip dari Vice.com.

Kematian sang dokter mengundang simpati masyarakat Tiongkok, namun warga juga murka dari-pada pemerintah Tiongkok karena diduga ada penyensoran. Alhasil, Li Wenliang justru mesti “meninggal dua kali”.

Global Times menyebut jantung Li berhenti berdetak dari pada Kamis pukul 21.30 & pihak rumah sakit masih berupaya menyelematkannya.

Kemudian media Tiongkok kembali mengabarkan kematian Li dari-pada Jumat pagi pukul 02.58 kala itu setempat. Netizen pun sudah terlanjur marah di media sosial karena dugaan ada penyensoran.

Ada yang menuding pemerintah Tiongkok berusaha menunda pemberitahuan kematian Li Wenliang yakni ketika warga sudah tidur.