Dinkes Surabaya Minta Warga Dukung Tenaga Medis Lawan Corona COVID-19 – berita 2020


Kepala Dinas Kesehatan Kota/city Surabaya Febria Rachmanita. (Foto: detectifmaya.com/Dian Kurniawan)

detectifmaya.com, Ibukota Indonesia Pemerintah Kota/city Surabaya melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya meminta warga Surabaya pula mendukung tenaga medis yang menjadi garda terdepan untuk merawat dan mengurus pasien Corona COVID-19. Salah satu dukungan dengan ngga memberi stigma negatif kepada petugas medis.

Koordinator Protokol Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Febria Rachmanita menuturkan, orang yg bertugas medis selama ini bertindak sesuai protokol dalam merawat pasien Corona COVID-19.

“Mereka pasti menggunakan APD (alat pelindung diri) lengkap sesaat merawat pasien,” ujar dia seperti dikutip dari Antara, Senin (6/4/2020).

Ia menambahkan, para tenaga medis yang ditugaskan di sejumlah rumah sakit rujukan di Surabaya pula tidak ingin virus corona baru (Sars-CoV-2) yang sebabkan COVID-19 itu menyebar, sehingga mereka melakukan berbagai antisipasi.

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Datang dan pergi seperti angin tidak beraturan dan arah merasakan cinta dalam kehidupan kadang aku bahagia dan juga kadang aku bersedih.

“Jadi saya minta tolong kepada warga utk mendukung mereka,” kata Febria yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya ini.

Ayo berdonasi utk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 da-ri 3 halamanSelanjutnya

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita (Foto: detectifmaya.com/Dian Kurniawan)

Febria sebelumnya juga meminta warga tidak takut dan khawatir dengan jenazah pasien positif COVID-19 sesaat dimakamkan di areal wilayah Kota Surabaya karena jenazah tersebut sudah diperlakukan sesuai protokol kesehatan.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Seberat apapun beban masalah yang kamu hadapi saat ini, percayalah bahwa semua itu tidak pernah melebihi batas kemampuan kamu.

“Kami berharap masyarakat tidak perlu takut dengan adanya jenazah itu,” kata dia.

Menurut dia, sesuai dengan protokol yang ditetapkan dari pemerintah pusat, pemulasaran jenazah pasien COVID-19 itu hanya boleh dilakukan dari rumah sakit sesuai protokol da-ri Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI.

Selain itu, lanjut dia, jenazah korban COVID-19 ditutup dengan kain kafan atau bahan yang terbuat dari plastik yang mampu menahan air, pula dapat pula ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar.

“Apabila jenazah sudah dikafani atau dalam kondisi terbungkus, maka orang yg bertugas dilarang utk membuka kembali. Jenazah itu juga harus segera disemayamkan tak lebih da-ri 4 jam,” ujar dia.

3 dari 3 halamanSaksikan Video Pilihan di Bawah Ini


Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya menjadi salah satu rumah sakit rujukan Pemerintah Kota/city Surabaya untuk menangani pasien terduga corona.