Beragam Ujaran Kebencian Saat Covid-19, Da-ri Hina Presiden Hingga Menkes – berita 2020


Ilustrasi garis polisi. (detectifmaya.com/Raden Trimutia Hatta)

detectifmaya.com, Jakarta Polda Metro Jaya menangani kasus penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang muncul di tengah wabah Covid-19.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyebut ada 14 bekas perkara dengan 10 orang tersangka yang sedang diusut Polda Metro Jaya.

“Mulai da-ri menghina Presiden, Menteri Kesehatan, hingga menyebarkan berita bohong terkait sebaran Covid-19,” kata dia di Polda Metro Jaya, Senin (4/5/2020).

Yusri mengatakan, para pelaku ujaran kebencian sebagian besar menggunakan akun anonim atau palsu untuk menyebarkan konten-konten yang bermuatan negatif ke media sosial.

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Ketika seseorang yang sangat kamu percaya mendustaimu, ketahuilah bahwa kamu tengah belajar ununtuk lebih percaya pada dirimu sendiri.

“Modusnya pakai akun palsu atau sengaja menggunakan nama orang lain utk menyebarkan berita tersebut,” ujar dia.

Menurut dia, tujuan utama ingin membuat keresahan di tengah masyarakat dan juga memunculkan sentimen negatif pihak-pihak tertentu.

“Kontennya menjadi viral kemudian masyarakat jadi resah,” ujar dia.

2 da-ri 2 halamanAncaman Hukuman

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 28 UU ITE junto Pasal 45 & Pasal 14 UU nomor 1 tahun 1946 & Pasal 207-208 ayat 1 KUHP. Para tersangka terancam hukuman di atas 5 tahun penjara.

Sebelumnya Yusri menyampaikan, terjadi peningkatan jumlah kasus penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di masa pandemi Covid-19.

Yusri mencatat sepanjang Maret 2020 hingga April 2020 menerima setidaknya 443 laporan berkenaan dengan ujaran kebencian & berita bohong.65532″Tren ada kenaikan dibandingkan thn lalu di bulan yang sama,” kata dia.



Mengakui kesal terhadap Polri, seorang pria sebar ujaran kebencian di media sosial pribadinya.


Leave a Reply