BEI Perlonggar Syarat Pencatatan Efek Bersifat Utang – berita 2020


Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47) ke berposisi 6.194.50.

(detectifmaya.com/Angga Yuniar)

detectifmaya.com, Ibukota Indonesia PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan kemudahan persyaratan bagi perusahaan yang akan melakukan pencatatan efek bersifat utang. Kemudahan tersebut tertuang adalam Peraturan Nomor I-B perihal Pencatatan Efek Bersifat Utang (Peraturan I-B) tanggal 20 Mei 2020.

Sekretaris BEI Yulianto Aji Sadono menjelaskan, Peraturan I-B ini merupakan perubahan Peraturan Nomor I-F.1 perihal Pencatatan Efek Bersifat Utang yang diterbitkan tanggal 25 November 2004. Aturan baru ini bakal berlaku terhitung mulai 20 Mei 2020.

“Adapun perubahan pada Peraturan I-B ini antara lain mencakup penyederhanaan persyaratan pencatatan tetapi dengan tetap memperhatikan aspek perlindungan investor,” jelas dia dikutip dari keterangan ter-tulis BEI, Kamis (21/5/2020).

Sekilas kutipan kata-kata bijak/motivasi

Wahai Yang Maha Lembut,manjakanlah hatiku yang sendiri ini, bahagiakanlah aku dalam pernikahan yang penuh cinta, yang mesra, yang setia.

Selain itu peraturan ini pula mengatur pencatatan Efek Bersifat Utang dari perusahaan dengan aset skala kecil dan skala menengah, serta menggabungkan peraturan utk pencatatan Obligasi Daerah ke dalam satu peraturan ini.

“Aturan ini juga mengatur perubahan atas ketentuan besaran dan nilai maksimum biaya Pencatatan, waktu pembayaran & mekanisme pembayaran,” tambah dia.

Dalam Peraturan ini, BEI juga memberikan insentif biaya Pencatatan bagi Efek Bersifat Utang yang diterbitkan oleh perusahaan aset skala kecil dan skala menengah, Obligasi Berwasasan Lingkungan (Green Bond), Obligasi Daerah, & bagi Perusahaan Tercatat yang mencatatkan banyak jenis Efek (Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk dan Saham).

2 da-ri 2 halamanPenetapan

Layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Monday/senin (18/11/2019).

Sekilas kutipan kata-kata Cinta /Galau

Aku sangat menyukai kebersamaan karena kebersamaan mengajarkan kita tentang suka dan duka di lalui bersama

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah daripada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (detectifmaya.com/Angga Yuniar)

Selanjutnya dalam SK penerbitan peraturan ini, BEI pula menetapkan beberapa hal yang meliputi:

1. Insentif tambahan bagi Pencatatan Obligasi Daerah berupa pemberian potongan biaya Pencatatan tahunan sebesar 50 persen selama jangka saat itu lima tahun sejak pemberlakuan SK

2. Ketentuan pencatatan Sukuk mengacu pada Peraturan I-B sampai dengan diterbitkannya peraturan khusus mengenai pencatatan Sukuk, kecuali mengenai biaya pencatatan, dimana tarif biaya pencatatan Sukuk yang lebih rendah dari biaya pencatatan Efek Bersifat Utang.

3. Ketentuan masa transisi utk pemberlakuan biaya pencatatan bagi:

– Efek Bersifat Utang yang sudah tercatat sebelum pemberlakuan peraturan ini.

– Emisi Efek Bersifat Utang baru yang telah mendapat Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Bursa sebelum tanggal diberlakukannya peraturan ini,

– Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Efek Bersifat Utang ke-2 & selanjutnya yang telah menyampaikan informasi tambahan ke Bursa paling lambat sebelum tanggal diberlakukannya peraturan ini, maka tetap menggunakan tarif biaya pencatatan yang diatur dalam Peraturan I.A.5. yang dihitung secara proporsional sampai dengan Desember 2020.

Dengan perubahan peraturan ini diharapkan dapat memperluas akses pendanaan di pasar modal, mendorong lebih banyak penerbit Efek Bersifat Utang, memberikan pilihan investasi yang lebih beragam bagi investor, & selanjutnya memajukan Pasar Modal Indonesia khususnya, dan ekonomi Indonesia se-cara keseluruhan.